When September Ends

Maghrib tadi, notifikasi facebook mengantarkanku pada postingan status 7 tahun lalu. Dini hari itu, aku memperbarui status di facebook dengan mengabarkan kepada teman dunia maya bahwa Ibuku dipanggil ke sisi-Nya. Lalu aku juga diantar ke penggalan di atas yang kukutip saat membaca buku Asma Nadia yang berjudul 17 catatan hati: Ummi.

Sebenarnya, sudah lama aku belum mengunjungi lagi makam mama. Cukup lama ternyata aku tidak memberikan diriku waktu untuk membasuh rindu kepadanya. Padahal, setiap kesulitan yang kadang mewarnai hari, kerinduan akan keberadaan mama pasti selalu membuncah. Karena aku masih berpikir bahwa, aku akan lebih kuat bila ia ada.

Sudah tujuh tahun, perpisahan ini dan aku akan terus menghitung hari yang berjalan tanpamu..

And looking at the seven years that I’ve gone through, without you, it still amazed me how I thrived. Because in the past, I don’t believe in myself. It has been hard, living days with a broken heart. But Allah’s kindness has showered my life. I have nothing to regret, except to feel grateful. All because I got stronger, even though right then I wouldn’t know.

remembering love of my life
Advertisements

5 thoughts on “When September Ends

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s