Afirmasi

credit: @oktinadyah

Sebelum saya mulai membuat postingan ini, saya merinci apa saja yang ingin saya selesaikan malam ini. Iya, sejujurnya saya bertemu banyak singa mati malam ini. Tapi gratitude saya buat yang terjadi hari ini terasa sayang sekali bila dilewatkan. Dan sepertinya bener celetukan seorang rekan di kantor bahwa saya memang diam tapi diamnya saya sering jadi postingan (yang entah dia maksudkan sebagai sindiran atau apa). Terbukti malam ini, saya bikin postingan tentang mereka. Lagi.

Mereka yang saya temui di sebuah rumah yang merangkap kantor. Mereka yang sangat beragam karakternya tapi bisa saling mengisi hari kerja dengan candaan dan juga mimpi-mimpi. Mereka, individual yang multi.

Cerita apa hari ini dari mereka yang saya bawa ke postingan ini?

This slideshow requires JavaScript.

Milestone. Little goals. Many little steps. Clearer vision. Affirmation.

Jadi sore ini tetiba aja sang kepala suku membuka percakapan dengan menagih mimpi. Iya, menagih mimpi. Saya yang lebih sering terbentur realita, agak kaget ditodong begitu. Alhasil, saya jawab dengan 2 gol terdekat saya: memanah dan menulis. Lalu bergantian, teman-teman lain menjawab dengan menyebutkan goals mereka masing-masing.

Perbincangan sore itu begitu menarik karena atmosfer yang jadi terasa hidup dan bersemangat. Memang seperti itu ya, ketika kita mengetahui apa yang kita inginkan. Lalu kita belajar menggenggam keinginan itu bersama orang lain (yang pada akhirnya tetap berjalan masing-masing); tidak sendirian melainkan bersisian. Itu yang membuat kita kuat dan bisa menghadapi apa yang Allah titipkan di rahasia hari-hari masa depan yang hanya diketahui olehNya.

Saya yang melankolis merasa di saat itu juga, perasaan saya terjalari oleh sesuatu yang hangat: saya begitu bersyukur dipertemukan dengan mereka.

Maghrib tadi, rekan saya yang cantik  mengupdate instagramnya dengan foto di atas. Foto yang begitu matching dengan obrolan yang begitu hidup sore ini. Kalimat yang seolah adalah janji: Let’s meet in our dreams.

Semoga kelak kita bisa beristirahat bersama, setelah sedemikian ikhtiar kita mewakafkan diri di amal jama’i yang kita perjuangkan, sampai nanti di surganya Allah. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s