Open Mind

Startup Stock Photos
source: stocksnap.io

 

Istilah yang dipakainya adalah mafia. Untuk menyebut lingkaran orang-orang berpengaruh terhadap pergerakan-pergerakan di dunia. Pagi itu pembicara di #7pagibergizi ngomongin tentang orang-orang besar yang berada di balik sebuah inovasi, orang-orang besar yang mengontrol ‘trend’ dan orang-orang besar yang memikirkan masa depan mulai dari lingkaran kecil.


Iya, ternyata kebanyakan dari mereka, para penggerak ini (hmm,, iya ya, betul juga kalau istilahnya mafia) mempunyai kelompok kecil. Kalau pinjem istilahnya anak Rohis, kelompok Liqo. Ia mengambil contoh grup mafia ekonomi di Indonesia yang nama-namanya ngga familiar buat saya, sampai ngambil contoh di luar itu seperti Traitorous 8. Yang akan langsung paham sama apa yang diomongin pembicara ini mungkin adalah anak-anak internet marketer. Soalnya ngomongin Silicon Valley (nah ini juga akhirnya sy lari ke om google bwt tahu apa maksudnya) dan sejarah-sejarah di balik technology empire di amrik sana. Dan itu baru contoh!

Kalau bisa sy ambil inti dari sharing yang berlangsung dari pagi itu adalah bahwa inovasi, gagasan besar, pergerakan yang skalanya nasional atau mendunia, pasti lahir dari lingkaran-lingkaran kecil mastermind. Bisa jadi mereka tampil dan menjadi leader-leader yang kita kenal saat ini, bisa jadi tidak. Karena most of them are the puppet master. Lebih dari itu, dari sharing pagi itu yang mestinya menjadi hikmah yang kita ambil adalah kultur lingkaran-lingkaran mafia ini.


Mereka, para mafia ini, biasanya adalah teman bertukar pikiran. Bisa jadi mereka adalah orang-orang dengan background berbeda. Si A jago ini, si B paham itu, dst. Mereka dekat layaknya pertemanan orang pada umumnya. Kumpulnya pun sama, untuk makan bersama misalnya. Tapi yang berbeda adalah bahwa terkadang mereka ini ketika berkumpul, dalam obrolan-obrolan mereka hadir pertanyaan-pertanyaan sederhana. Yang datang dari keingintahuan dan kegelisahan. Sehingga ketika mereka berkumpul, yang lain akan memberi masukan hingga dalam perkumpulan itu lahirlah gagasan. Mereka berbagi kegelisahan lalu mereka bersama mencari jalan keluar.


Saya yang saat itu mendengarkan cuma bisa mengangguk-angguk seolah mengerti. I’m amazed knowing that Big things comes from small circle of people who think about the future. Ini masih masuk sebenarnya sama postingan saya yang change maker, di situ disebutkan kelompok mastermind pergerakan Indonesia adalah kelompok yang berada di bawah asuhan Tjokroaminoto.

Nah, sebagai anak muda. Atau sebagai siapa pun deh, yang bergerak di industri kreatif, harusnya kultur ini ga asing. Dan kalau pun belum ada kultur ini, bisa kok dimulai. Caranya adalah dengan open mind. Buat saya, ini nih yang PR banget. Karena saya sadari bahwa pikiran saya belum terbuka lebar. Sehingga hal-hal sederhana sering terlewat oleh saya. Apalah lagi kegelisahan-kegelisahan tentang sekitar? sigh

Oia, ada pertanyaan yang sebenarnya menggantung di benak sy yang belum sempat saya utarakan di forum pagi itu (lagi-lagi ini karena sy cenderung menyerap dan tidak biasa bertanya). Mungkin ga sih ada perbedaan kapabilitas dari faktor gender? Karena kalau dilihat kembali, para mafia ini umumnya adalah kaum Adam. Is there some kind of nature law that men are better thinker than women?

Advertisements

3 thoughts on “Open Mind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s