Change Maker

source: stocksnap.io

source: stocksnap.io

Ini dari kajian #7pagibergizi kantor digital marketing Afrakids di Sawangan. Judulnya berat, tapi memang itu tema yang dibawa mas Wahyu di hari Rabu minggu kemarin. Pertama-tama, kami diingatkan tentang tokoh H.O.S Tjokroaminoto, yang surprisingly (buat saya yang kurang melek dengan sejarah Indonesia) adalah guru dari tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia.

Lalu pembicaraan dibawa mundur, ke sejarah perang Salib. Majelis pagi itu dibawa untuk belajar pada apa yang terjadi di perang salib. Bagaimana Sholahudin Al Ayubi muncul merupakan kerja sistem, tidak berdiri sendiri. Kalau ditarik ke belakang, Sholahudin adalah produk dari sistem pendidikan dan politik yang luar biasa saat itu. Adalah Nizham al Mulk yang memulai dari segi pendidikan (dengan membangun universitas Nizhamiyah) dan sisi politik (di masanya, Aleppo bersinar).

Nizham Al Mulk sangat mendukung keilmuan Al-Ghazali. Al Ghazali sendiri adalah seorang mahaguru di usia yang sangat muda. Beliau memiliki banyak murid, yang kemudian murid-muridnya ini menjadi guru-guru bagi zaman berikutnya. Termasuk kemudian, murid dari murid Al Ghazali kemudian menjadi tentara Sholahudin.

Dari segi politik, ada Aq Sunqur yang kemudian digantikan Imaduddin Zanki (mulai pemerintahannya, penaklukan kota-kota yang direbut tentara Salib semakin nyata) lalu dilanjutkan oleh Nuruddin Mahmud Zanki di mana pada masanya, Islam semakin berjaya dan sangat berkembang juga di keilmuannya. Nuruddin dan Shalahudin memiliki hubungan yang dekat, juga secara ideologi. Shalahudin yang memang memiliki karakter yang bagus lalu Nuruddin sebagai backing yang kuat sehingga Yerusalem bisa direbut kembali dan Islam kembali berjaya.

Ajang mengupas sejarah pagi itu akhirnya sampai kepada kesimpulan bahwa dibalik tokoh-tokoh yang membuat kesuksesan, ada andil besar dari himpunan/sistem yang mendorong bahkan memunculkan bibit-bibit unggul yang menjemput kesuksesan. Bisa jadi kita melihat superman-superman, namun kita tidak boleh buta oleh kenyataan bahwa superman-superman ini hadir dengan adanya proses dan andil pihak-pihak lain.

Itulah mengapa Khalid bin Walid akhirnya dipecat dari jabatannya sebagai Panglima di zaman khalifah Umar karena timbul kekhawatiran nyata akan sosok Khalid yang dikultuskan. Dan sesuai janjinya, Khalid yang mendapat julukan pedang Allah akhirnya tidak terkalahkan kecuali oleh takdir yang telah Allah siapkan untuknya.

Back to the main theme: change maker. We should be one of them. Pembuat perubahan. Selain itu, kita bisa menjadi orang-orang di balik layar yang memproduksi para change maker. Mulai dari perubahan-perubahan kecil dalam diri kita, yang kemudian membentuk habit yang baik dan menjadi sosok yang solutif bagi masyarakat sekitar. Atau kita bisa mempersiapkan keluarga kita, anak-anak kita menjadi change maker yang akan memperbaiki generasinya di masa yang akan datang. Wallahu a’ lam.

img_20161020_075132_hdr1

tambahan
Ada 4 karakter yang harus adalah di dalam seseorang untuk menjadi change maker.
1. Karakter entrepeneurship (bagian dari solusi)
2. Karakter sosial (kemampuan utk membina hubungan dengan sesama manusia)
3. Karakter komunitas (kemampuan utk berkolaborasi dengan kelompok/komunitas lain)
4. Karakter dai (kemampuan utk menyampaikan kebaikan)
Dan melihat 4 karakter ini, everything’s makes sense and these characters become essential to be achieve by us and our younger generation.

 

Advertisements

One thought on “Change Maker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s