Nurture

qxx392mdgw
source: stocksnap.io

the process of caring for and encouraging the growth or development of someone or something.

Saya termasuk pengguna spotify. Dan belakangan, perjalanan pergi dan pulang musik spotify-lah yang menemani saya. Tapi, beberapa hari belakangan apps spotify yang terinstall ini malah seringnya error. Saya selalu gagal membuka apps ini kecuali saya bersihkan data terlebih dahulu sehingga untuk masuk, saya butuh untuk log-in. Prosesnya berulang. Siapa yang ngga sebel kalau kayak gitu?

Bayangin perjalanan kurang lebih 1 jam mengendarai motor tanpa mendengar lagu. Ya gapapa juga sih. Tapi sepi rasanya buat saya. Sementara saya ngga nyimpen lagu di handphone yang bisa didengerin online. Beralih kemana nih, enaknya?

Saya tap si handphone sambil berpikir, apa ya yang bisa didengerin? Eh, alhamdulillah, ternyata di handphone terinstall aplikasi Bayyinah Podcast. Dan ternyata, lewat apps itu, saya sudah mengunduh lumayan banyak podcast yang siap untuk didengarkan. Wis, saya berangkat kerja dengerin podcast sebagai ganti playlist musik di spotify.

Menariknya lagi, yang saya unduh ternyata 7 episode kajian bertema When Muslim Work Together dari ust. Nouman. Kenapa menarik? Karena momennya pas. Pas dengan apa? Pas dengan environment yang sedang dibangun di kantor tempat saya bekerja saat ini. Di mana di kantor ini, sedang mengajak tim yang berada di dalamnya untuk kembali menggantungkan diri kepada Allah dalam setiap ikhtiar yang diupayakan.

Lalu malam ini, perjalanan pulang,  yang saya dengar adalah podcast yang episodenya berjudul The Balanced Big Picture. Ust Nouman mengupas 6 ayat penutup QS Al- Hajj. Mendengar episode ini, saya sangat impressed dengan tafsir dari 2 ayat terakhir, yakni QS Al-Hajj ayat 77-78.

O you who have believed, bow and prostrate and worship your Lord and do good – that you may succeed.

And strive for Allah with the striving due to Him. He has chosen you and has not placed upon you in the religion any difficulty. [It is] the religion of your father, Abraham. Allah named you “Muslims” before [in former scriptures] and in this [revelation] that the Messenger may be a witness over you and you may be witnesses over the people. So establish prayer and give zakah and hold fast to Allah. He is your protector; and excellent is the protector, and excellent is the helper. (QS Al- Hajj: 77-78)

Poin 1:

Yang disebutkan dalam ayat ke-77 adalah bagian dari sholat. Tapi kegiatan fisik ini di-highlight. Kenapa? Pada akhirnya, ketundukan yang terlahir dari ibadah yang kita lakukan semata adalah realisasi kenyataan bahwa kita, manusia, adalah budak. Dan ketika kita menyadari bahwa kita adalah budak dari Allah, kita akan siap untuk berbuat kebaikan. Sadar akan posisi diri sebagai ‘abd membuat kita juga menyadari bahwasanya Allah adalah yang tertinggi dan tidak ada yang lebih rendah dari kita. Inilah yang mendorong kita untuk mudah dalam melakukan kebaikan dan menolong orang lain.

Helping others is actually about helping yourself.

Poin 2:
Remember: Allah only takes one intention. So, if you’re going to give; whether you give time, whether you give money, whether you give effort, if you’re going to give, you better only expect return from Allah. You expect anything from anyone else, Allah doesn’t like the shared intentions. Allah is very jealous of intentions. He wants the intentions to be exclusive. You try to put anybody else in that intentions and it’s gone. It doesn’t count for anything.

Don’t tie your contribution with expectations. If you want to have expectations, have them with Allah.

Poin 3:
How seriously you should take an effort? The voluntary works done for Allah has more weight than anything you do. Because nothing else pays like this.

Islamic works can get pretty boring, can get pretty unfulfilling. But if you remind yourself that you’re not working for anyone else except for Allah. And you have the thought: the only one you want to appreciate you work is Allah, then you’ll have a great time. you’ll enjoy every minute of it.

Intention don’t happen once. They can get rusty so fast. You have to refresh it. You get to fix it again. You have to remind yourself: You’re here for Allah.


Jadi nyasar ke pembahasan ayat dalam podcast yang saya dengerin ya? Hehhe. Maaf ya xD

Back to the topic, kenapa judulnya nurture?

Karena saya sedang suka kata itu. Seperti halnya saya suka kata ‘bertumbuh’. Dan proses itulah yang sedang saya dalami, lewat pekerjaan yang sedang saya lakukan saat ini. Merawat agar segala tujuan dari tiap usaha muaranya hanya Allah. Itu hanya bisa terlaksana dengan senantiasa mendekat; menghamba kepada Allah.

Bahkan ketika niat kita sudah benar, itu tidak lekang. Harus sering ditengok, dan disirami dengan niat baik yang baru lagi. Begitu terus. Tak putus.

Rabu, pukul sepuluh malam.
Selatan Jakarta

Advertisements

6 thoughts on “Nurture

  1. Pingback: What have you been up to? | Faraziyya's Bookshelf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s