Jenak Rindu*

*throwback to 4 years ago, I am reposting a note that I’ve written exactly on this day.

Menurut saya, rindu itu terdiri dari tiga macam berdasarkan sebabnya.

Pertama, rindu sebab pernah ada pertemuan. Rindu yang hadir karena harap perjumpaan. Rindu yang tersimpul karena pernah ada kenangan manis. Rindu seperti ini adalah rindu yang kita alami ketika telah beberapa lama berpisah dengan sahabat-sahabat terbaik kita. Kalian tentu tahu rasanya,

Kedua, rindu yang memang selalu ada disudut hati karena dititipkanNya dalam diri kita. Ini semacam rindu yang merupakan gift. Rindu kepada Rabb kita, rindu kepada Rasulullah sang kekasih. Rindu seperti ini tidak bisa hilang. Suatu waktu pasti akan muncul, suatu waktu akan tenggelam. Kala rindu seperti ini muncul ke permukaan, kita akan begitu syahdu. Kecintaan kita terasa begitu rapuh dan dipenuhi harap-harap cemas. Rindu seperti ini adalah rindu yang sulit terintepretasi.

Ketiga, rindu sebab kehilangan. Agak mirip dengan rindu yang pertama. Bisa sekali disebabkan oleh kenangan-kenangan manis yang terukir. Yang membedakan adalah subjek kerinduannya: orang terkasih yang telah tiada. Rindu ini, buat saya, terasa mengiris-iris. Karena rindu ini bersifat rindu fisik. Tak jarang, bagi mereka yang hatinya kurang terjaga dengan baik, rindu semacam ini bisa menyebabkan kehampaan yang membahayakan. Semoga saja, meski kita memiliki rindu semacam ini, kita tetap terselamatkan dari kehampaan.


Saya sedang merindu. Rindu melulu. Rindu fisik yang hampir-hampir saya tidak tahu obatnya. Rindu yang membuat saya bergumam meminta perjumpaan.

Semalam, seseorang yang saya rindukan itu akhirnya datang dalam mimpi saya. Mimpi yang akan selalu saya treasure, karena sejak kepergiannya mimpi semalam adalah yang pertama. Mimpi yang bisa membuat saya memeluk dia dengan amat erat. Mimpi yang membuat saya dapat menatapnya lekat-lekat.

Alhamdulillah, rindu fisik yang saya alami terobati. Tidak..tidak akan hilang, rindu seperti ini tidak akan hilang. Saya pun tahu,setelah ini saya akan dihantui masa-masa kebersamaan dengannya. Dan dengan begitu saya semakin yakin, bahwa kami tidak pernah berjauhan. Jenak rindu malah membuat kami tidak berjarak.

Advertisements

One thought on “Jenak Rindu*

  1. Gara

    Jadi apa yang dirindukan sebenarnya masih ada? Atau sudah berpulang?
    Menurut saya, kadang rindu adalah satu penyebab api kenangan-kenangan indah tetap menyala dalam ingatan, meskipun kecil :hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s