Down The Memory Lane

Saya sedang membaca The Secret Garden by Frances Hodgson Burnett. Salah satu children’s classic terkenal. Membaca buku ini, saya terkoneksi kembali dengan ingatan masa kecil. Tentang ziyy kecil yang suka bermain di luar, ziyy kecil yang tomboy, ziyy kecil yang juara lomba sepeda 17agustusan, ziyy kecil yang terjatuh dan kepalanya mengenai batu dan melukai pelipisnya sendiri, ziyy kecil yang punya luka jahitan di dahinya, ziyy kecil yang pernah terpukul bola di matanya hingga lebam saat bermain batu tujuh.

Am i that active? Just ask this girl;

06

Di Secret Garden, saya suka Mary yang akhirnya merasa ‘penuh’ karena alam membebaskannya. Dan ya, untuk anak kecil, bermain di luar itu terasa membebaskan. Well, bukan hal itu sih yang sebenarnya jadi poin postingan ini, melainkan buku The Secret Garden itu sendiri. Atau children’s classic semacamnya.

Yang menyebabkan saya menjadi bibliofil sekarang ini, bukanlah karena masa kecil saya dikelilingin dengan buku. Orangtua saya tidak menyuapi saya dengan buku, ya sayangnya. Ngga disuapi dengan buku saat saya masih kecil aja, ternyata saya menjadi bibliofil berkat bantuan teman. Nah gimana ceritanya kalau saya punya orangtua yang menanamkan budaya membaca pada anak? I could be more bibliophile than i’m already now.

Saya jadi berandai, kalau saja saya baca buku ini di usia yang pas. Akan seperti apa buku ini berefek pada saya kalau sekarang saja saya dibuatnya memutar kembali ingatan masa kecil yang saya punya? Yah, berhubung usia saya sudah twenty something, mungkin yang saya bisa lakukan adalah mewujudkannya melalui anak-anak saya kelak. Bukan maksud memaksakan mimpi saya, tapi kan hal ini -membiasakan membaca, mengenalkan kisah-kisah yang bisa menjadi panutan dalam bermain dan membawa diri serta berpotensi besar membentuk karakter anak- adalah hal yang sangat baik, kan?

Seperti, anak-anak Clara Ng, Elysa dan Caty. Clara Ng, membuat mereka menyenangi buku lebih dari mainan lain. Bacaannya pun bagus-bagus. Setelah ia membuat anaknya menyukai membaca, Clara Ng memandu Elysa dan Caty menuliskan kembali experience mereka atas buku yang mereka baca lewat resensi. Ya, mereka ngeblog lho. Usia Elysa saat ini 11 tahun dan Caty baru berusia 7 tahun. Ini blog Elysa, dan ini blog Caty.

Advertisements

One thought on “Down The Memory Lane

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s