Writing Challenge| Day 10

Hpfh. Ternyata mesti sampai juga ke tema tantangan menulis yang sulit bagiku. Kenapa sulit? Karena sedikit banyak, pada surat terbuka model yang diinginkan dari tantangan, mau tidak mau aku menceritakan diriku. Nanti melankolisku bisa kambuh dan postingan ini bisa kelihatan sendu. Duh 😦

Jadi, aku akan berkelit (lagi).Β Ya ampun, kebanyakan aku mewujudkan tantangan menulis ini secara menyimpang ‘~’;

Surat ini akan pendek saja. Meski aku suka dengan surat panjang, tapi memang ternyata membuat surat panjang itu sulit. Kalau pendek, apa masih bisa dibilang sebagai surat? Telegram, mungkin, Tapi yang berikut ini ngga akan sependek itu kok. Jadi bentuknya pesan, kali ya. Untuk Fauziyyah Arimi di masa depan.Β Ah, ziyy, time capsule semacam ini semoga kamu punya usia sampai bisa membacanya.

Dear Ziyy,

Teruslah bertumbuh.
Meski menua, menjadi matang lah.
Meski begitu sesalnya dirimu terhadap dirimu yang sedang menuliskan surat ini, sembuhkanlah.

Aku menaruh harap dan keyakinan, bahwa dirimu yang kelak membaca pesan ini, surat terbuka yang singkat ini, adalah Ziyy yang telah jauh lebih baik. Jauh lebih baik untuk kehidupanmu, kehidupan keluargamu, orang-orang sekitarmu dan tentunya menjadi jauh lebih baik dalam hubunganmu dengan Rabbmu. Aamiin.

Tersenyumlah.

πŸ™‚ Fauziyyah Arimi πŸ™‚

Advertisements

3 thoughts on “Writing Challenge| Day 10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s