Writing Challenge| Day 3

[Movie Review] Liberal Arts

Josh Radnor as Jesse Fisher | Elizabeth Olsen as Zibby | Richard Jenkins as Prof. Peter Hoberg | Allison Janney as Prof. Judith Fairfield | Elizabeth Reaser as Ana | Zac Efron as Nat | John Magaro as Dean |
Directed by Josh Radnor
Distributed by IFC Films
Release Date | January 22, 2012 (Sundance) and September 14, 2012 (USA: limited)
Running times | 97 minutes
8 out 10 star

Jesse: pria berusia 35 tahun, bekerja sebagai petugas penerima mahasiswa baru di sebuah kampus di New York, (sangat) gemar membaca, dan kebetulan baru saja menjadi duda. He seek for something, karena rasa-rasanya hidupnya belakangan terasa membosankan. Suatu malam, Prof. Peter menelponnya. Mengundang Jesse untuk datang ke retirement ceremony Prof. Peter di kampusnya yang dulu: liberal arts college yang terletak di Ohio (di film tidak disinggung nama kampus yang menjadi latarnya, padahal kampus itu adalahKenyon College). Berkat undangan Prof. Peter, Jesse bertemu dengan Zibby, mahasiwi sophomore di kampusnya.

They gained attraction for each other. Zibby ini gadis yang classic. Perbedaan umur yang jauh tidak antara dia dan Jesse tidak menjadi persoalan baginya. She belong to old things, she is old -fashioned. Obrolannya dengan Jesse, somehow, nyambung banget.Dan membuat Jesse bernostalgia dan menikmati saat-saat paling menyenangkan dalam hidupnya: menjadi mahasiswa liberal arts college –where he could study poetry uninterrupted, surrounded by others like him. Saat Jesse kembali ke New York, mereka tetap berhubungan via surat (tulisan tangan).

Di samping cerita Zibby dan Jesse, di lingkungan kampusnya, ia bertemu karakter-karakter lain. Pertama, Nat (diperankan oleh Zac Efron). Karakter yang aneh pisan lah pokoknya, munculnya tiba-tiba, suka ngomong dengan dirinya sendiri tapi secara implisit dia memberikan banyak masukan buat Jesse. Lalu Jesse juga bertemu dengan Dean (diperankan oleh John Magaro). Mahasiswa cerdas yang agak mirip Jesse; selalu bawa buku kemana-mana. Sayangnya Dean termasuk mahasiswa yang memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya. Di beberapa kesempatan, keberadaan Jesse terasa membantu sekali bagi  Dean. Lalu Prof. Fairfield, dosen Jesse juga dulu. Dosen perempuan yang sangat ia kagumi. Di satu kesempatan, Prof. Fairfield adalah one night stand Jesse.

Zibby, mengundang Jesse untuk kembali ke Ohio. Ya, hubungan mereka berlanjut. Setidaknya sampai Zibby hendak memberikan keperawanannya. Jesse menolaknya, tiba-tiba ia sadar bahwa hubungannya dengan Zibby adalah unappropriated relationship. He can’t deny the 16 years gap between them. Tapi setidaknya, hari-hari bersama Zibby dan hari-harinya kembali ke lingkungan kampus yang begitu ia cintai, membuat ia sadar bahwa ia tidak semestinya hidup di masa lalu dan harus menghadapi masa depan. Oia, ia juga mestinya mencari wanita lain untuk appropriated relationship.

~

Untuk film ini, saya berikan 8 dari 10 bintang. Saya suka sekali setting tempatnya. Suka sekali dengan karakter Jesse yang gila dengan buku. Saya suka dengan karakter Zibby (plus Elizabeth ini cantik euy, enak banget diliatnya) yang old-fashioned. Suka sama scene di mana mereka surat-suratan, surat-surat panjang. Jadi sedikit ikutan ngerasain senyawa kimiawi yang terjalin di interaksi mereka.

Biru, rekan BBI, pernah mengutip percakapan Ana dan Jesse. Klik langsung di gambar ya.

Oia, masih ada karakter yang belum saya sebutkan. Nanti ada karakter bernama Ana. Shopkeeper di toko buku yang sering Jesse sering kunjungi. Ada percakapan mereka yang membekas banget. Tentang Ana yang mulai mengurangi membaca buku, karena ia merasa bersalah ikut andil dalam berkurangnya pohon-pohon hijau. Sementara ia juga cinta banget sama pohon yang udah memberikan dia (dan para bookish) buku. Tentang Ana yang berusaha mengurangi membaca buku karena dia sudah masuk ke tahap ‘terkucilkan’ dari kehidupan nyata. Oh my God! Ini emang penyakitnya orang-orang yang terlalu demen ama buku x_x

Film ini, katanya romantic comedy movie. Tapi herannya saya kurang peka sama comedy yang disampaikan. Sorry.

Overall, ini film romantis yang ngga menye-menye sih. Plusnya film ini dipeeenuhi buku ❤

Wanna give it a try? Semoga review ini sedikit membantu 🙂

Extra:

One of The World’s Most Beautiful College Campusses (Forbes.com)
Kenyon college: tempat paling indah saat Autumn. Suka!
Jesse Fisher, really, reading a lot <3
Jesse Fisher, really, reading a lot ❤

Advertisements

12 thoughts on “Writing Challenge| Day 3

    1. Faraziyya

      cukup zellie cukup *insert emot monyet tutup telinga*
      hahha X)
      reviewku masih kurang asik, yah kan ngga boleh cepet puas *ini sotoy

      oia itu di tobuk bukan library 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s