Daily Prompt: 21st Century Citizen

Its my first time joining daily post at wordpress. I hope, this way, i can update my blog regularly. Today’s topic is 21st Century Citizen.

Though the daily post presented in english, i’ll use my native language in each my daily post -well to cover my lack ability using english literally.

~

Do you belong in this day and age? Do you feel comfortable being a citizen of the 21st-century? If you do, explain why — and if you don’t, when in human history would you rather be?

~

Sebenarnya saya merasa baik-baik saja terlahir di abad ke-21 ini. Nyaman? Iya. Termanjakan? Iya. Saya suka dengan  perkembangan teknologi yang ada. Sejauh ini tidak merasa begitu perlu meng-kontra-kan gagasan teknologi yang dikembangkan manusia-manusia pintar abad 21 ini. Namun, saya akan mengambil kesempatan berandai. Saya ingin hidup di abad ke-20. Yah, pindah satu abad lebih awal aja sih ya. Saya ingin menjadi manusia 80-an. Lebih tepatnya saya ingin menjadi manusia Barat tahun 80an. Saya ingin merasakan berada diantara musik-musik cool tahun 80an.

Tapi saya juga tidak ingin menjadi bagian abad ke-20, khususnya masa-masa Perang Dunia  yang menunjukkan luka yang dialami sejarah dunia. Saya membaca buku Between Shades of Gray; mengangkat kehidupan sipil penduduk Lithunia saat Perang Dunia ke-2 pecah. Its worst. I’m crying in the end of the book. Dan baru kemarin lusa juga saya menonton K-Movie yang dibintangi Jang Dong Gun yang juga berlatar perang dunia kedua. Ah, perang memang selalu berarti luka.

Di samping jawaban dari pertanyaan Daily Prompt ini, saya tidak bermaksud untuk menjadi manusia yang tidak bersyukur. Its beyond that.

Advertisements