Capek Sendiri

Susahnya kalo melankolis udah built-in, alias jadi karakter bawaan. Jadi gampang banget melo. #sigh

Sedang capek sendirian, bukan capeknya ga dibagi-bagi tapi mulai terasa capek dan bosen gitu karena terlalu sering sendiri. Meski sendiri itu niscaya, dan memang pada awalnya sendiri dan diam adalah ‘diri’ saya, tapi tetap kesendirian tak jarang membawa kesenduan.

Mungkin mulanya adalah dua tahun lalu, saat saya lepas dari sekolah tinggi itu. Suatu kala yang membuat saya dan teman-teman yang dekat dengan saya, tak lagi berbagi kesamaan. Mulanya apa yang kami bincangkan jadi berbeda, tak sefrekuensi, tak bertemu. Aku berusaha untuk menyamai, tapi lama-lama keletihan memuncak. Dasar mellow, perasaan mengalahkan logika, lalu pecahlah ego, saya memilih ‘benar-benar’ keluar. Benar-benar tak berbagi kesamaan.

Dua tahun berlalu, kini lebih sering kemana-mana sendiri. Makan diluar sendiri, dalam sepi. Tak banyak berdiskusi, tak banyak  berbagi cerita, kecuali sesekali. Komunikasi tak bisa diandalkan. Karena sebetulnya aku payah sekali dalam membangun komunikasi via telepon genggam. Kecuali kepada dua orang: kekasih dan belahan jiwa. Kepada mereka aku bisa membina komunikasi dan terus saling bercerita. Tapi tetap tak  pernah benar-benar tertumpah semua kesah dan cerita. Yang terbuka hanya yang perlu diketahui saja. Yang terbuka hanya apa-apa yang diizinkan untuk diketahui orang lainnya.

Mungkin aku berjalan dengan orang-orang yang bersamaan hobi, tapi berbagi kesenangan saja seringnya. Selebihnya tak pernah sedalam hubungan persahabatan. Mungkin aku yang tidak terlalu terbuka sementara yang lain bisa jadi menjaga kepentingannya juga. Dan lebih banyaknya adalah, aku alpa dalam menjaga.

Sedang capek sendirian. Capeknya itu karena selalu kesulitan membuka diri padahal sedang butuh betul bercerita atau berbagi pundak. Kadang saya yang tidak mempercayakan. Dengan alasan (yang adalah pertanyaan), akankah dia bisa menerima cerita ini atau nantinya terbebani?

Advertisements

19 thoughts on “Capek Sendiri

  1. matahari_terbit

    aku juga lagi ngerasa itu ziyy.. tapi dinasihati
    tak ada kata terbebani dalam persahabatan..
    justru kalo ga cerita, ada rasa sang sahabat tak ‘berguna’

    saling membagi beban lebih tepatnya.. *katanya gitu ..

    omong opo yo aku.. ahahah

  2. susah emg yah, kalo introvert itu.

    tin sampe suka ditegur; ..ksh kesempatan org lain untuk berbuat baik padamu.
    __’

    bedanya tin gakmelo jadi lbh nyante, hehe
    *berbagi di blogpun susah. suka serba salah kalo udh kebanyakan nulis ;d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s