Sini, dengar ceritaku.

59

Dalam notifikasi wordpress, ada komentar baru dari teh titin: “kangen tulisan2mu,”

Memang sudah lama aku tidak memperbarui blog ini. Banyak hal terjadi, keinginan untuk menuangkan ide dan cerita, terdistraksi. Mudah sekali terbelokkan. Semudah kebiasaanku yang sering tidak membalas sms yang masuk bila tidak segera membalasnya beberapa detik/menit sms tersebut masuk ke handphone saya.

Lalu, kira-kira apa cerita yang mau kalian dengarkan dariku?

πŸ™‚

Belakangan kehidupanku adalah tentang menjadi relawan dan Bulan Sabit Merah Indonesia. Karena menjadi relawan, akhir oktober lalu aku bergabung dalam Gelar Relawan Penanggulangan Bencana. Bertemu dengan berbagai macam relawan dari banyak lembaga kemanusiaan.

Selang dua minggu kemudian, sudah jalan lagi untuk simulasi RS Lapangan sebagai praktek atas materi-materi yang sudah kudapatkan sepanjang mengikuti LATSAR BSMI. Lalu sehari setelahnya, aku direkrut masuk ke staf pengurus kantor pusat BSMI. Selangkah demi selangkah melakoni pekerjaan sebagai Humas. Pekerjaan yang berat ketika dipikul sendirian 😦

Dua minggu terakhir, tak bisa melepaskan diri dari perkembangan Palestina. Awalnya karena rasa, dan berikutnya adalah kewajiban. Berhubungan dengan orang-orang di belakang pemberitaan, berkutat lagi dengan perangkat lunak desain, hingga diikutkan menemui dubes Mesir dalam agenda audiensi.

Dua minggu yang lalu juga, saat memulai merubah status pengangguran, sakit berdatangan. Radang tenggorokan hingga suaraku hilang, lalu batuk yang belum selesai hingga saat ini. Sampai dua hari terakhir, diare mampir. Benarkah stress membuat penyakitberdatangan ke tubuh kita?

Dua minggu ini, tubuhku belum menikmati raw blend lagi. Saking tidak sempatnya. Saking tidak becusnya aku menyesuaikan diri dan tak perhatian dengan masalah mengatur waktu. Dan lewat dari dua minggu, oh bahkan lewat dari satu bulan, aku tak banyak membaca. Dan aku kangen keduanya: raw blend dan buku.

Tapi lebih dari semua itu, aku kangen adanya orang lain yangΒ  kangen padaku. πŸ˜›

Jadi, terimakasih teh titin, kamu membuatku menulis curhatan macam ini demi memperbarui blog dan tentunya untuk mengobati rindumu padaku πŸ˜›

Advertisements

11 thoughts on “Sini, dengar ceritaku.

  1. Stress memang bisa melemahkan daya tahan tubuh. Tapi kalau kita menjalaninya dengan bahagia, insya Allah tidak akan sampai sakit. Memperkuat daya tahan tubuh dengan suplemen, bukan sesuatu yang haram, kok. Selamat beraktivitas di BSMI. Ini belum mencapai ekskalasi tertinggi. Maaf ya, kemarin mau nengokin posko jadi tertuda karena terbentur jadwal di AF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s