(Little) Brother Complex

Saya, anak kelima dari delapan bersaudara. Dari empat kakak yang saya punya, anak nomor tiga adalah abang saya. Dari tiga adik yang saya punya, anak nomor enam dan delapan adalah adik laki-laki saya. Usia saya dan abang, berjarak sebelas tahun. Usia saya dengan dua adik laki-laki saya, berjarak dua tahun dan sembilan tahun. Diantara hubungan vertikal tersebut, abang-saya-adik laki-laki, saya lebih cenderung little-brother complex.

Entahlah, tapi menjadi seorang kakak perempuan bagi adik laki-laki itu jauh lebih menyenangkan. Now i can not describe it in right words. Its just feel that way..Β :mrgreen:

Si nomor enam, karena hanya berbeda dua tahun dengan saya, kami cukup dekat saat kecil dulu. Well, pakaian kami disamakan. Ya ya, saya dipakaikan baju-baju boyish gitu deh. But its okay, i like it :-D. Mungkin karena saya dulu agak tomboy, dan rasa-rasanya memang dulu saya justru lebih sering menjaili si nomor enam itu.

Hahhha, i love to teased him πŸ˜€
A long ago or now, Its just nice to feel superior upon him πŸ˜›

Kini, saat kami sudah melewati Β masa remaja, si nomor enam bukan lagi seorang adik tetapi seorang teman. We share same things meski dari sisi berbeda.

Saat kami family picnic ke Ragunan (tempo doeloe) πŸ˜€

Si bungsu, dengan jarak 9 tahun diantara kami, hubungan kami masih terasa semacam kakak-adik. Meski kami jarang sekali bertemu. Sejak awal, si bungsu sudah memiliki ceritanya sendiri. Mulai dari dalam masa kandungannya, mama ngidam buah kiwi. Fisik bayinya yang unyu banget, mancung gitu -jauh beda sama kakaknya ini-. Hingga ia yang diizinkan untuk hidup bersama “ayah-ibu”nya yang lain. Dan iya, hubungan bungsu dengan keluarga kami semacam LDR empat tahun belakangan.

Dan yang membuat saya akhirnya curhat begini, karena kemarin ia baru kembali ke Batam setelah beberapa hari “pulang”. Entah, meski tidak banyak kenangan diantara kami, tapi hal-hal kecil dan keseharian saat kami bersama di rumah, membuat saya sadar bahwa saya sayang si bungsu. Aneh, ya? Karena beberapa tahun belakangan, meski memiliki tiga orang adik, saya tidak merasakan peran menjadi kakak -dalam keseharian. Mungkin karena kami semua berjauhan. Dan hanya waktu-waktu tertentu saja saya memiliki waktu menjadi kakak bagi tiga orang adik.

To say it a brother complex, sebenarnya ngga pas kali ya. Because i’m not stick to them. Dan ini hanya karena saya suka menjadi seorang kakak perempuan bagi adik laki-laki. Hehhe πŸ˜€

*hiks, ternyata saya ngga punya foto bersama si bungsu T^T

Nomor empat sampai delapan, dua tahun yang lalu πŸ™‚
See, si nomor enam yang tinggi dan menghitam itu (coba bandingkan dengan foto kecilnya di atas ^__^v). Si bungsu, yang berkacamata ^^
Advertisements

33 thoughts on “(Little) Brother Complex

  1. berarti banyak yg g drumah donk ya….

    iya harusnya ada potonya tuh yg terbaru :P…

    kl aku anak keempat sesuai namanya, punya adik laki2 satu, tapi tetep bs merasakan bahagianya mnjd seorang kaka πŸ˜€

    1. Faraziyya

      naah, itu lah, saat mereka pulang jarang kepikiran untuk poto bareng -.-a
      eh tapi kayaknya ada deh satu, dua tahun yang lalu, saat semua ngumpul setelah meninggalnya ibu.

  2. menjadi kakak perempuan itu laksana pahlawan yang siap melindungi adik lelakinya dari ancaman perempuan jadi2an #loooooh? πŸ˜€
    mmm,,, biasanya dijadiin tempat share
    berantem juga bisa,hehehe *comenbasedontruestory* *nyengir*

    1. Faraziyya

      iyaa, aku juga tinggal dua aja dirumah.
      tapi keponakanku sering mampirr, jadi alhamdulillah ramenya tetep berasa πŸ˜€
      keponakanku ada 10 loh (trus?) πŸ˜€

    1. Faraziyya

      yaa gtu, kalo lg rame ya rame
      pas sepi ya sepii
      tp hari-hari ramenya bkn krn adik/kakak tp krn ponakan yang ngga kalah banyaknya. hehhe πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s