[FFL] Our Respond; They can not harm Allah’s Deen

 

Bermula dari twit @andreasharsono: “The only thing that mobilize the Arab street is a movie, a cartoon or an insult, not the pool of blood in Syria”, yang ternyata tertaut pada sebuah artikel berita di sini. Yang bisa saya tangkap adalah bahwa di sana, ada kekecewaan sangat dari beberapa aktivitis Syria (oposisi pemerintahan Assad –tentu saja) terhadap fenomena beramai-ramainya turun (mereka menyebutnya) Arab people sementara genosida Syria tenggelam oleh pelecehan Muhammad saw dalam sebuah film Innocence of the Muslim.

Sampai ada satir, yang membuat saya duh nelangsa sendiri jadinya. Karena i cant totally agree with them but they reason also not totally at fault.

The Arab people are emotional. Films make them laugh. Films make them upset. Films make them cry. Films make them angry and let them go crazy and kill. But when they see in Syria mosques and churches getting shelled. Koran books getting burned. Women being insulted. It doesn’t move them. Because it is not a film. It’s reality. We wish that what is happening in Syria was a film. At least Arabs would do something for us.

Bacanya bikin sedih sendiri T^T. See, ‘mereka’ berhasil. We respond as they predict, as they want to. And we, in some way, cant handle our emotion nor our attitude. Its sad. Really.

Siapa yang tidak kesal, teladannya dicemarkan kehormatannya? Apalagi ia manusia terbaik sepanjang masa. Tapi, coba kita pahami ini (sebuah nasihat dari Syekh Nouman Ali Khan –via status  Muslim Speakers):

Our messengers, shalallahu ‘alaihi wasallam, honor came from the sky. No one on earth can take it away.We shouldn’t be mad at haters. We should feel sorry for them. They can’t harm us. They can’t harm Allah’s deen. Just themselves.

I just wonder, if, thats the respond we give was the opposite of madness. If we react in silence, in action (good and solved one, i mean) not with anger, it would be great. We can prove them that we are not that easy to be screw up with their painful words/act teasing our Deen.

And also, sebenarnya artikel tersebut mengingatkan bahwa aksi kita turun ke jalan dan aksi real lainnya perlu diarahkan dan dilanjutkan, harus lebih gencar lagi untuk menyelesaikan persoalan genosida di Syria, persoalan HAM di Rohingya, pembebasan di Palestina dan keadaan kritis lain yang menimpa Islam secara fisik-aqidah-dan fikr muslim di dunia.

(actually, muslim tetap berbuat sesuatu untuk Syria, untuk Rohingya, untuk Palestina. dan doa terus terangkat untuk mereka. hanya memang isu ini mengalihkan, dan sebagian muslim ada yang menggunakan emosinya dalam menyikapi isu ini. -imho)

Dan mungkin ini adalah tentang bagaimana kita belajar membalas dengan cara cerdas, cara yang nantinya tidak akan menjadi bumerang terhadap Islam yang kita bela.

Dalam jurnal ini, saya juga akan memasukkan FFL dari short-lecture Nouman Ali Khan yang masih mengait dengan tulisan di atas. Judul video: Respond on the mockery of the Islam & Prophet Muhammad (tautan langsung di video, ya)

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS. ‘Ali Imran: 186)

Kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu (kaum Nasrani) dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah (kafir Quraisy), gangguan yang banyak yang menyakitkan hati.

Bukankah itu yang terjadi sekarang ini? Pelabelan teroris, penghinaan terhadap Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, hingga penyerangan terhadap muslim secara umum. Semua itu menyakitkan, sungguh. Tapi apa yang Allah minta dari  kita? Kita harus kuat dari dalam diri kita. Basis iman kita perlu seperti Bilal dan keluarga Yasr dahulu kala. We should be tough, be patience and increase our closeness to Allah subhanahu wa ta’ala.

Sekarang ini, muslim telah menjelma menjadi emotional puppets. Mereka sangat tahu bagaimana kita akan merespon (terhadap serangan yang mereka leparkan). Mereka berpikir bahwa kita akan mudah bereaksi sesuai dengan rencana mereka. Kita akan turun ke jalan bahkan mungkin diwarnai dengan kekerasan, dalam kasus ini saja telah terbunuh dubes AS untuk Libya. Kita tidak bereaksi dengan tenang, bersama, terkalkulasi dalam menyelesaikan hal semacam ini. Padahal itu yang telah diimbau kepada kita melalui firman Allah ini.

Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

Bersabar adalah tentang mengendalikan emosi kita. Lalu bertakwa adalah tentang ikhtiar diri terus mendekat kepada Allah swt. Keduanya lebih diutamakan. Bersabar bukan berarti tidak berbuat, karena pasti ada cara-cara elegan lain sebagai penyelesaian. Dan they can not harm Allah’s Deen; sebuah rumus tidak logis tapi akan terjawab oleh iman kita kepada-Nya.

Selepasnya, adalah pelajaran bagi kita untuk menyebarkan nasihat dari penggalan akhir ayat ini: bahwa bersabar dan bertakwa lebih diutamakan. Dan masjid-masjid kita lebih perlu menggaungkan pesan ini. Akankah kita mengambil peran elegan ini? Mengiringkan pesan Islam itu indah melalui perangai kita? Allahu ma’ana.

Advertisements

6 thoughts on “[FFL] Our Respond; They can not harm Allah’s Deen

    1. pas baca pertama, sebenernya aku tersinggung. kesel gitu. tapi kemudian baca artikelnya, trus T^T.
      some way, can’t deny 😦

  1. Husnudzonku, isu Syiria ini memang jauh lebih susah dicerna ketimbang pelecehan nabi. Siapa yg gak sepakat menghina nabi adl penghinaan besar bagi muslim? Siapa yg gak sepakat perbuatan ini melukai prinsip yg diterima umum, bahkan oleh mereka yg sekuler sekalipun?

    Tapi isu Syiria beda. Ada kebingungan, isu genosida murni, ataukah sudah terkait aqidah? Masalah kesewenangan penguasa, ataukah penindasan pada kaum sunni di sana?

    Genosida, apalagi yg gak terkait dg saudara2 satu tubuh kita, tentu akan dapat perhatian yg lbh rendah ketimbang masalah yg melukai aqidah. Bukannya aku membenarkan ketidatkpedulian mereka, tapi sesuatu yg ikhtilafnya lebih sedikit secara alami akan menyatukan hati dan membentuk gelombang emosi lebih kuat kan?

    Alhamdulillah, gak semua orang arab, terutama yg paham agama, yg bersikap demikian. Dengar2 AQAP udah mengirim sejumlah mujahidin ke sana. Demikian jg ulama yg serukan jihad di Syiria, kecualh mungkin semisal Said Ramadhan.

    1. aku akui sih Za, postingan ini cukup sentimentil dan aku buat tergesa. diantara sekian keramaian yang aku baca tiba-tiba nongol berita itu.
      tapi kemudian ada postingan dari mba dina sulaeman yang aku reblog, apa kamu baca?
      menurutmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s