Umpama yang Indah

Menikah itu seperti kita berada di tengah-tengah perjalanan panjang. Lalu kita singgah di sebuah jembatan peristirahatan untuk melihat, memilih dengan seksama, dan menjemput teman yang benar-benar kita butuhkan. Bersyukur jika kita mampu menemukannya. Karena kita tak hanya sembarang memilih teman. Ia lah satu-satunya yang kita kehendaki untuk bisa dampingi kita hingga akhir perjalanan. Utamanya adalah, ia yang mampu memapah jika kita terjatuh dan meluruskan jika kita tersesat. Lebih beruntung lagi, jika ia juga bisa menentramkan pandangan mata kita dari godaan untuk mencari teman lain di tengah perjalanan.

(Maryam Qonitat)

Jika menikah adalah menggenapi jiwa, semoga Allah pertautkan jiwa-jiwa yang haus akan cinta-Nya untuk bertemu dalam ketaatan, bersetia dalam kebaikan, genap-menggenapkan: dua menjadi satu, satu menjadi lompatan tak berhingga…

(Scientia Afifah)

*diambil dari undangan digital seorang teman, di sini dan di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s