Hujan Malam Minggu

Bila dibolehkan, aku mengira-ngira rinai hujan ini sedang apa.
Kata hatiku, ia sedang berada dalam lintasan lari.
Entah ia berlari untuk lima ratus meter, satu kilometer, atau lebih.
Yang pasti, kadang larinya tergesa kadang terhela.
Kadang langkah-langkahnya terdengar pasti, kadang bunyinya tipis sekali.
Yang tidak kadang-kadang, hanyalah kesejukannya yang ia bagi malam ini.

Hatiku bergembira, rinai hujan berhasil menyuburkannya.
Pasalnya ada yang bilang rindu.
Dengan terbuka, ia menaruh kalimat dalam dinding rumahku.
Katanya begini: bahwa rindu itu menelusup pelan, apa kamu tahu?
Dengan girang, aku mampir ke dindingnya.
Sambil menaruh kalimat ini: Pantas…ada yg berbisik dari rinai hujan yang menderas malam ini.
Terimakasih, rindumu baru saja sampai :’)

**

:kepada Nurul

Rindu, bila bersenyawa dengan sejuk hujan, menciptakan gerimis dihati yang ritmis dan melankolis. Tapi, ada kalanya persenyawaan itu menciptakan suatu rasa bernuansa sanguinis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s