Klinik: Empat Tahun yang Lalu dan Sore Ini

Saat itu saya duduk di kelas duabelas, saat terakhir saya ke klinik. Ditemani Mama, dan ternyata saya menderita cacar air. Timbul dua cacar dan saya langsung diantar Mama ke klinik. Saya diberi antivirus, voila, cacar yang ada di tubuh saya tak banyak bertambah. Tidak sampai sepulu #eh. Penyembuhannya pun cepat. Sampai saat saya kembali masuk sekolah (hanya absen dua hari ^^v), teman saya tak percaya dan malah meledek bahwa bukan sakit cacar yang saya derita. Memang sih, walaupun ada bekas cacar di wajah, letaknya di samping. Selurus mata, sehingga tertutup lipatan jilbab πŸ˜€

Sore tadi, saya kembali ke klinik. Ditemani abang yang kebetulan main ke rumah. Ditanyakan keluhan yang saya alami, tekanan darah saya diperiksa, ternyata saya positif sakit chikungunya.

Sebangun tidur pagi ini, memang tiba-tiba saja kaki kiri dan leher sakit. Linu, pegal, sakit bila ditekuk atau diajak menaiki tangga. Kalem aja deh saya, tetap berangkat ke bintaro untuk agenda pekanan. Langkah terseret-seret, mengendarai motor pun terasa linu sedikit-sedikit. Sampai menjelang dzuhur, badan saya mulai panas. Subhanallah, diajak duduk tasyahud, linunya semakin menjadi. Lalu linunya merambat ke kaki sebelah kiri. Diajak berjalan, kaki terasa tertusuk-tusuk :'(. Lalu mulailah sakit merambat ke jari tengah sebelah kanan, padahal itu jari penting untuk nge-rem. Tapi tetap saya mengendarai motor Bintaro-Kemang. Pelan-pelan, tentu saja!

Lalu saya mengadu ke Papah, hingga akhirnya saya diantar Abang ke klinik sore tadi.

Mengetik jurnal ini dengan sisa tenaga jari-jari yang pas-pasan, saya minta doanya untuk kembali fit. Juga untuk tiga murid cantik yang saya ajar. Saya punya tiga murid kelas sembilan yang mulai esok ikut UN. Masih ada janji menemani mereka belajar di detik-detik terakhir.

Allahumma anta syafii, laa syifaa illa syifauka wa laaa yughadira tsaqamaa.

*jail ya, nyamuk yang menggigit saya ini. Tahu aja kalo perasaan saya juga sedang berantakan. Dia melengkapinya, malah minta saya istirahat dan banyak-banyak beristighfar.

Tahukah kalian, sebenarnya sakit ini malah meringankan perasaan saya yang berat hari-hari ini. Menyentil. Eh, memang sakit selalu punya mekanisme menyadarkan kita secara tidak langsung ya? πŸ™‚

Jari-jari dan napas yang tersengal-sengal, saya istirahat dulu, ya? πŸ™‚

Lailatukum saa’id

Posted from WordPress for Android

Advertisements

4 thoughts on “Klinik: Empat Tahun yang Lalu dan Sore Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s