Cappucinno Penjeda

Aku teringat Paul. Sering kuejek dia karena selalu memesan weak cappucinno atau kopi hitam decaf. Sungguh tak sesuai dengan figur besarnya.

Paul dengan bijak berkata, “Saya memesan kopi encer supaya saya bisa minum kopi lebih lama. ketika orang-orang berhenti minum kopi karena jantungnya berdebar atau lambungnya nggak kuat, saya masih akan minum dengan santai sesuka hati.”

Aku suka kopiku pekat dan nendang. Jika suatu saat kafein membuatku tumbang, setidaknya aku pernah merasakan tendangannya yang paling kencang.

(Cuplikan novel Partikel, halaman 342)

..

Saya selalu menyukai bila cappucinno mendapat sedikit bagian dalam rangkaian cerita yang sedang saya baca. Hampir bisa dipastikan, saya berhenti dari bacaan saat itu juga (saat menemukan bagian cappucinno) . Langsung menekuni cappucinno nyata yang bisa jadi sedang menemani saya saat itu (membaca) atau bergegas mencari cangkir lalu menyeduh satu saset cappucinno. Bila keadaan itu tidak memungkinkan, saya tetap mengambil jeda. Meraba sederet huruf cappucinno dalam pikiran.

Seperti saat ini, lepas dari halaman 342 novel Partikel yang sedang saya ajak begadang, saya beralih. Menutup novel, mencari cangkir dan menyeduh satu saset moccachino dalam cangkir besar hingga memenuhi setengah volumnya lalu menambahkan susu putih hingga penuh. Saat itu, saya begitu ingin menikmati derivat kopi, yang lemah kafein begini.

Tidak seperti Paul, tentu saja. Saya menyukai cappucinno hanya karena menyukainya saja. Menyukai rasanya. Menyukai seluruh derivat kopi berkafein rendah. Menyukai menyeruput mereka dalam-dalam saat panas atau menenggak mereka saat dingin seumpama meminum air putih.

..

Ups sampai sini saja ternyata, saya akan segera kembali menemani Partikel begadang. Selamat dinihari kawan!

Advertisements

7 thoughts on “Cappucinno Penjeda

  1. salam kenal mba.. topik minggu ini adalah kopi.. rasa pahitnya membuat kita mengingat manisnya kehidupan, pahitnya menggetarkan jantung untuk berdenyut lebih semangat mengejar cita…
    he..he.. maaf jd ngelantu.. but i like it (kopi).. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s