Lemari Buku di Sudut Ruangtamu

Beberapa hari yang lalu, dengan tidak percaya diri, saya bilang ke papa kalo sedang ingin punya lemari atau rak untuk menyimpan buku-buku yang tumpukannya kian meninggi. Kenapa tidak percaya diri? Karena saya paham bahwa untuk memberi rumah bagi buku-buku yang saya miliki, adalah tanggung jawab saya. Sejauh ini, buku-buku itu memang tak pernah berasal dari papa. Sehingga untuk merawatnya pun, saya dong yang ambil andil. Tapi apa boleh buat, saat mencari-cari lemari ideal yang saya ingini, dana masih jauh dari mencukupi.

Daaannn. Alhamdulillah, begitu sampai dirumah, sebuah lemari sudah memojok di sudut ruangtamu. Langsung sumringah. Senaaaanngg.

Lemari ini lemari pajangan, tadinya hendak dibuang/diloak. Akhirnya lemari itu dibeli papa, kacanya dilepas, dicat dan taraaaa sekarang dia sangat cantik meski tanpa pajangan melainkan dengan buku-buku. Horrraaayyy

Lepas maghrib, butuh empat kali bolak-balik ke lantai dua untuk mengungsikan tumpukan buku ke ruang tamu . AdaΒ  tujuh tumpukan buku yang terkumpul.

Tujuh tumpukan buku itu dirapikan. Jadi seperti ini, ketika ia disatukan ke dalam lemari buku.

Cantiiikk kan ya? hehhe. Ini adalah lemari buku pertama. Semoga seiring waktu berjalan, lemari-lemari buku berikutnya bermunculan (beserta isi, tentunya)

Dan, itulah penjeda lelah perjalanan. Makasih Papa. you’re my everything~ *pake gaya iklan bebelac

Advertisements

8 thoughts on “Lemari Buku di Sudut Ruangtamu

    1. alhamdulillah, itu koleksi dua tahun terakhir Nug.
      mau nambahin? πŸ˜€

      kalo fiksi, baik baca bukunya mb Sinta Yudisia.
      kalo travel writing, bisa dipilih antara Selimut Debu at au Garis Batas koh Agustinus Wibowo
      kalo nonfiksi-reliji, andalanku bukubuku terbitan tarbawi, bukunya ust anis matta & ust. herry nurdi.
      coba baca Living Islam karya ust. herry nurdi
      selebihnya, belum ada preferensi khusus dari aku.

      1. Seharusnya situ yang nyumbang buku, kan bukunya banyak.. πŸ˜€

        He’em2, insya Allah kalo ada kesempatan aku cari nanti bukunya..

    1. yang putih ya? itu ‘di serambi mekkah’,
      Alhamdulillah, masih perlu lebih keren lagi dengan cara memenuhinya dengan karyaku sendiri #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s