Acak -1

Yang penting, berangkat keluar rumah. Meski saya belum tahu akan kemana. Setidaknya, Ayah tahu bahwa saya tidak dirumah, setidaknya Ayah akan menduga, saya sedang dalam kesibukan. Dan pagi ini saya berlari ke restoran cepat saji berinisial M. Yang memiliki cafe kecil. Saya memesan cappucinno panas. Mengambil sofa untuk duduk. Menancapkan kabel daya laptop. Menyalakan laptop, membiarkan satu fungsional laptop ini berfungsi: menangkap kapasitas selancar internet nirkabel –wifi.

Saya kadang menikmati wifi disini. Biasanya pagi, saat restoran ini sepi. Lalu menikmati kecepatan internet yang sangat asyik dimanfaatkan untuk streaming video. Untuk mengunduh beragam file. Bahkan sekedar berselancar dengan beberapa tab sekaligus tanpa merasa terhambat karena loading yang lama. Dan tentu saja, ini demi menghemat penggunaan internet dari modem pribadi yang kuotanya terbatas.
Hal lain yang saya nikmati dari mengunjungi restoran ini, adalah mencermati pengunjung-pengunjungnya. Tak jarang mahasiswa yang bergerombolan, mencari sofa memutar yang agak lapang. Sama seperti saya, mengeluarkan laptop. Kemudian mereka berdiskusi, tentang tugas kelompok yang mereka tekuni. Juga segerombol laki-laki dewasa berkemeja rapi, menenteng macbook. Sambil berkutat dengan iphone atau blackberry-nya (sama saja). Memesan kopi, lalu berdiskusi. Dan riuh sendiri. Atau ibu-ibu dengan anak-anaknya. Ibu-ibu metropolis. Modis. Menyenangkan untuk dilihat, baik penampilannya atau wajahnya. Dan anak-anak manis yang berlari kesana-kemari, balita-balita sehat dan terurus dengan baik, juga sangat menggemaskan! Atau anak-anak SMA, berseragam. Berkelompok juga. Bukan untuk berdiskusi mengerjakan tugas kelompok tapi hang-out. Terbahak, berbincang dengan suara yang tentu saja tidak rendah.

 
Bila saya mampir kesini, malam hari. Maka saya akan bertemu banyak wajah-wajah asing. Entah korea, eropa, china, negro, sampai Arab. Karena ini Kemang, kawan! Pendatang asing melimpah disini. Sekolah internasional menjamur didaerah ini. Disini banyak sekali muda mudi dengan rok mini, tank top, dengan rambut warna-warni. Disini juga sering berkunjung, yang sekarang trend disebut, hijabers modis. Muslimah-muslimah manis, berpakaian padu padan warna-warni, cantik-cantik.

 
Dan disini, terkadang ada saya. Yang selalu sendiri. Menikmati kegiatan mengamati dengan diam. Kurang kerjaan, bukan? Ngapain juga nongkrong disini? Teman-teman mungkin akan banyak yang protes. Saya juga tidak akan membuat pembenaran. Saya akan terima apa saja pendapat kalian setelah tahu cerita saya ini. Hanya saja, menghadapi fragmen yang lain begini, biar saya tidak kaget. Sama seperti ketika saya menikmati kegiatan mengamati penumpang-penumpang kereta kelas ekonomi. Biar tahu ada wajah-wajah dengan garis keras kehidupan tergambar dalam binarnya. Biar tahu bahwa kehidupan ini berlangsung duapuluhempat jam. Sama seperti ketika saya terkaget-kaget dengan kenyataan dalam bis antarkota, gaduh dengan lagu-lagu dangdut koplo dan campur sari. Yang pengamennya adalah orang yang sama di beberapa titik pemberhentian bus, yang selalu mampir dalam bus setiap harinya. Seperti mengikuti jadwal bus saja.

 

Dan dalam fragmen itu semua, ada yang tak pernah luput, kawan! Kalian tahu, apa? Individualitas! Tak pernah terpisahkan. Kadang samar. Karena membacanya bisa dengan beragam bentuk. Kadang kita jeli, kadang tak hirau.

Hwaaa..ngomong apa deh saya ini,
Ah. Baiklah. Mata saya sudah nanar . Setelah ini, saya akan ke sebuah mall. Tepatnya ke tokobuku didalamnya. Karena saat ini, saya belum ingin pulang. Masih terlalu pagi, bila dibandingkan dengan jam kepulangan saya yang biasa.
Well, selamat melanjutkan aktivitas, kawan!

 
nb: saya juga kepingin tahu, merasai fragmen yang ada dalam denyut transportasi air. katanya jauh lebih memprihatinkan. ah, semoga saya punya kesempatan. tak cuma melihat, tentunya sekalian brlajar dan bertumbuh dengan cara yang Allah skenariokan.

Advertisements

2 thoughts on “Acak -1

  1. Salah satu transportasi yg sering kujadikan tempat belajar dari melihat sekitar adalah angkutan, sering menemukan inspirasi di sana. Sayang, sekarang sudah jarang naik angkutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s