My Friday: Uwais dan ‘Utsman

*16 Desember 2011*

Quicknote seorang adik manis, bunyinya seperti ini: “i do love Your friday, Rabb, and i won’t let syaithan ruin my day. inviru! (9:41)” (eZa)
“me too,” komentarku.

Hm..Alhamdulillah its Friday. Jum’at datang dalam keberkahan, ianya kita syukuri, menjadi mood booster tersendiri, bagiku dan bagi sebagian orang. Maka doa Eza menjadi relevan, dilimpahi hari yang berkah semacam jum’at pun, baiknya kita tidak luput meminta, juga berusaha, agar keberkahan dari jum’at bisa kita jaga bahkan kita maksimalkan.

Bagaimana dengan jum’atmu kali ini, kawan?

Ditutup dengan mengikuti Majelis Jejak Nabi, bersama Ust. Salim, saya merasa bahwa hari ini, jum’at ini, berseliweran banyak nama-nama sahabat dalam tambahan pengetahuan sirah saya. Ya, tentunya bersama kisah-kisah mereka. Bermula siang ini, ketika murabbiyah menceritakan kisah tentang keikhlasan, tadi saya ‘berkenalan’ dengan shahabat bernama Uwais al-Qarni.

Temen-temen bisa simak kisahnya disini. Lepas mendengar dengan seksama, kisah Uwais yang diceritakan oleh Murabbiyah, selain terkagum-kagum, sempat mampir dibenak saya sebuah pikiran yang out of topic. Sebenarnya agak nyangkut bila dikait-kaitkan, tapi mungkin akan terdengar sediit-memaksa.

Uwais dijuluki sebagai yang terkenal dikalangan penduduk langit. Yang terlintas di pikiran saya ya itu; Lelaki Langit ^^v. Sesiapa yang mendengar panggilan itu dari saya, biasanya berpikir bahwa Lelaki Langit memiliki definisi lelaki yang sangat alim, ‘abid, dsb. Diluar jangkauan lah pokoknya, ya mungkin karena mengekor kata Langit diakhirnya. Meski bukan itu sepenuhnya yang saya maksud. Karena sederhana saja, itu panggilan yang saya buat untuk lelaki yang nanti ditakdirkan bersama saya. Lelaki yang namanya telah ada dalam takdir saya, dan kabarnya baru dilangit saja, yng sosoknyata-nya belum saya temukan di bumi.

Sesederhana itu, maksud saya. Tapi karena menyimak kisah Uwais tadi, Ada makna tambahan yang ingin saya sertakan dalam panggilan itu. Ingin saya sertakan dalam doa yang tak putus untuk lelaki-langit saya kelak. Tapi belum ingin saya sertakan dalam jurnal ini ^^v

Lalu tentang nama yang lain, nama shahabat yang berseliweran dalam benak saya di jum’at ini: ‘Utsman. Ust. Salim, dalam akhir kajiannya tadi bilang, “Ada rumus yang menjadi reasonable bila dikaitkan dengan sirah, yang bisa kita aplikasikan bila ingin mendapatkan keturunan laki-laki yang pandai menjaga kesuciannya. Namai anak laki-laki kita: Utsman.”

“Melalui Sirah Nabawiyah, kita mengenal 3 ‘Utsman, yang ketiganya merupaan shahabat yang pandai memelihara kesuciannya: Utsman bin Madh’un, Utsman ibn ‘Affan dan ‘Utsman ibn Thalhah. Utsman ibn Madh’un, yang keshalehannya begitu tak diragukan, pernah menyampaikan permintaan kepada Rasulullah untu tidak menikah biar ia bisa totalitas beribadah, tapi kemudian ditolak oleh Rasulullah karena itu bukan sunnahnya. Sepeninggalnya ‘Utsman bin Madh’un, Rasulullah menyebut namanya untuk mencontohkan teladan keshalihan pada Ruqayyah.”

“Lalu siapa yang tak mengenal Utsman ibn ‘Affan, yang bahkan para malaikat malu kepadanya. Dia yang bisa menuding shahabat yang lain, Anas bin Malik, memiliki bekas zina di matanya. Sampai-sampai Anas bertanya, masih turunkah wahyu yang menegurnya langsung seperti itu. Tapi dijawab oleh ‘Utsman bahwa itu hanyalah firasat orang mukmin. ‘Utsman bahkan tidak pernah berzina baik semasa jahiliahnya maupun dalam keislamannya. Masih adakah yang belum tahu cerita tentang begitu pemalu-nya Utsman?”
(redaksi sudah merupakan penceritaan kembali dengan redaksi berbasis ingatan saya)

Lalu ‘Utsman bin Thalhah, seorang dari tiga jantunghati Mekkah yang masuk Islam selain Amr bin Ash dan Khalid bin Walid. Dalam At-Taubah, ia disebut. Karena dihadiahi untuknya kunci Ka’bah, ada klaim yang akhirnya muncul bahwa Utsman bin Thalhah ini lebih mulia dari ‘Ali. Dengan ayat 19 surat At-Taubah, Allah membantah kedudukan kemuliaan seseorang yang diklaim berdasarkan posisi kunci Ka’bah yang dimiliki.

Dan tahukah, bersama sebab apa, Utsman bin Thalhah dipercayakan Rasulullah untuk memegang kunci Ka’bah? Rasulullah memilihnya karena kesucian dirinya. Pernah mendengar kisah Utsman yang mengantarkan Ummu Salamah (saat itu belum menjadi istri Rasulullah) kepada Abu Salamah saat mereka berdua dipisahkan dan tidak ada yang bersedia mengantarkan Ummu Salamah saat itu.  ‘Utsman bin Thalhah-lah yang mengajukan diri mengantarkan Ummu Salamah. Dalam mengantarkan Ummu Salamah, ‘Utsman menjaga kesucian dirinya sedemikian rupa.

Seperti saat menyilakan Ummu Salamah menaiki untanya, ‘Utsman bin Thalhah terlebih dahulu berjalan menjauh, tak begitu jauh, demi menghindari kemungkinan menyaksikan tersingkapnya kaki Ummu Salamah. Pun saat mengambil jeda beristirahat, keduanya tidak berdekatan. Bahkan ‘Utsman bin Thalhah mengambil tempat berteduh yang agak tersembunyi, namun tetap bisa mengawasi Ummu Salamh dari jauh. Dan saat itu pun, ‘Utsman bin Thalhah, benar-benar menempuh Mekkah-Madinah, demi mengantar Ummu Salamah saja, untuk kemudian lagsung bertolak, kembali pulang. Subhanallah..

Tahukah, saat itu Ummu Salamah adalah ibarat bunga desa bagi suku asalnya, Pun ‘Utsman adalah seorang yang tampan.

Iya kawan, beliau menjaga kesucian dirinya sedemikian rupa..Sangat tidak sederhana..

Huffhhhhtt..

Lepas Kajian Majelis Jejak Nabi tadi, rasanya berbinar-binar. Banyak yang saya dapatkan, tapi belum bisa sempurna saya urai disini. Mungkin di kesempatan yang lain.

Dan untuk menutup jurnal ini, adakah yang bisa mengambil titiktemu kisah dua nama diatas yang memberi hikmah tersendiri bagi saya ini? Bila pun ada yang bisa, semoga hikmahnya juga bisa terasa untuk teman-teman.

Lailatukum Saaid

Advertisements

2 thoughts on “My Friday: Uwais dan ‘Utsman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s