Thank You for Caring

Image

Pukul 23.30, mulai mengetik tulisan ini. Kepala saya pusing, justru sesampainya saya dirumah, pukul 22.00 tadi. Demi menjaga keinginan untuk konsisten membuat jurnal di blog setiap hari, saya menengguk cappucinno. Bukan untuk lebih terjaga, melainkan untuk bergulat dengan pusing ini.

Hari ini, menjelang sore, saya kehujanan lagi saat mengendarai motor. Berteduh dua kali, pertama untuk sholat ashar. Kedua saat hujan menderas di daerah Pondok Indah. Lumayan lama, membuat saya bisa bercuap sok romantis cukup banyak di twitter. Membuat saya berpikir, berapa lama-kah penghujan ini akan menemani hari-hari kita? Sudah benar-benar perlu-kah saya terhadap jashujan?

Tentang jashujan, entahlah, kenapa saya bisa sampai tidak merasa terganggu pada kuyupnya badan yang berhasil berkali-kali dihadiahi oleh hujan yang saya terabas sengaja. Kenapa saya menghiraukan rasa dingin yang menjalar, padahal hampir setiap berkendara motor saya merasainya? Ah, bukan karena saya yang begitu menyukai hujan. Jangan salah, saya pun merutuk saat-saat lepas gerimis dijalan, dimana selalu tercipta genangan-genangan air. Saya bisa sangat kesal terhadap cipratan-cipratan genangan hujan. Entahlah…mungkin semua itu karena kemalasan saya menggunakan jashuja.

Padahal saya baru memikirkan keperluan saya akan jashujan, tetapi sebelum maghrib tadi, seorang saudari tiba-tiba menyodorkan hadiah, berbungkus kertas kado. Diberikannya kepada saya. Saat saya tanya mengapa? Dia cuma bilang, “Uhibbuki fillah” sambil malu-malu. Saya sumringah, memeluknya. Saat saya buka, hadiah itu ternyata adalah jashujan berwarna birutua. Ya Allah, saya speechless. Saudari saya ini, perhatian sekali. Kata-katanya ajaibnya kemudian mengulang-ngulang dibenak saya: “Semakin kita mengenal seseorang, semakin kita tidak bisa menuntutnya lebih.” Padahal kata-kata itu, dalam perbincangan kami, selalu berujung jadi ledekan. Tidak benar-benar diseriusi, meski tahu betul bahwa kalimatnya itu benar adanya. Dan dalam kalimat itu, seperti disampaikan kepada saya bahwa, berperilaku semenyebalkan apapun saya, dia tidak akan bisa menuntut banyak karena itulah saya yang dikenalnya..

Akhirnya saya berpikir, mencaritahu. Ah, ternyata ini tentang sabtu lalu. Seusai kami berdua mengantarkan dua saudari ke terminal lebak bulus. Saat itu hujan, menderas, kemudian awet. Dia membawa jashujan sebenarnya, tapi karena saya tidak sedia jashujan, kami terjebak didepan ruko tak jauh dari terminal. Disana kami berbicara banyak. Saya ingat, disela perbincangan kami, dia bertanya: “Mbak ziyy, lebih suka jashujan yang 2potong (atasan-bawahan) atau yang 1potong?”. Saat itu saya menjawab,”yang 1potong. Kan kalo yang atasan-bawahan gitu, kalo dipake disela-sela perjalanan, bikin risih sendiri”. Dan ternyata, pertanyaan itu menjadi clue pemilihan jashujan untuk dihadiahi ke saya. Terharu rasanya..

Kira-kira, nanti saya akan balas menghadiahinya dengan apa? Bagaimana caranya biar bisa tahu apa yang diingininya tanpa cara yang kentara? Saya belum tahu..

Tentang kehujanan hari ini pun, akhirnya dua adikmanis menghadiahi saya juga kehangatan. Jaket dan kaoskaki saya yang lepek, kebasahan, tergantikan oleh jaket dan kaoskaki yang menghangatkan badan dan kaki saya. Dua adikmanis yang cukup cerewet terhadap saya yang cuek begini. Dua adikmanis yang tertawa licik, mengunci pintu depan, saat saya hendak pamit mengajar, biar saya mau mengganti jaket. Dua adikmanis yang..shalihah. Jazakillah khair..

Lalu tentang sesampainya saya dirumah. Yang semula, selama perjalanan begitu terhibur dengan hadirnya rembulan disela-sela awan, mendadak pusingkepala. Mendadak ingat bahwa leher sebelah kiri masih sakit, mendadak ingat bahwa sedikit memar dilengan kiri belum hilang. Mendadak begitu letih.

Disela keletihan itu, saya belum menunaikan shalat isya’. Kewajiban tilawah belum terpenuhi. Pun ingat bahwa saya belum makan sejak siang. Awalnya saya pikir akanmakan terlebih dahulu, tapi ternyata saya malah bergerak menuju kamarmandi untuk mencuci muka, menyikat gigi, dan berwudhu’. Hendak menunaikan shalat isya’.

Pernah, saya menyimak beberapa edisi majalah Tarbawi menyediakan rubrik untuk pembaca bercerita dengan tema tertentu. Yang saya ingat kali ini temanya adalah nikmatnya beribadah saat letih. Dan memang, dalam shalat, jeda-jeda tuma’ninah itu adalah sebenar jeda-jeda ‘istirahat’, menurut saya. Dalam hening, pusingkepala benar-benar terasa. Tapi dalam hening itu pula, ada efek membasuh yang tak terjelaskan. Rasa berserah ada diujung hening. Mungkin karena sedang merasa tidak berdaya, dalam tuma’ninah, membisik permintaan kita untuk dikuatkan mendirikan ibadah. Karena merasa tidak berdaya, maka merengek meminta.

Bagaimanalah itu bila rasa tidak berdaya selalu bisa dekat dalam kesadaran kita? Mungkin ibadah-ibadah kita akan lebih syahdu, rindu kita akan lebih menggebu, takkan kita menyia-nyiakan waktu.

Ya Allah, dalam ujung pusingkepala ini. Dalam ujung kesadaranku sebelum terlelap sebentar lagi. Izinkanku merasai ketidakberdayaan itu, diwaktu-waktu pertemuanku yang lain denganMu. Izinkan ketidakberdayaan itu dekat dengan kesadaranku, sesering mungkin. Izinkan aku memeluk ketidakberdayaan itu dengan permintaan yang tak henti, padaMu, yang memiliki rahmat yang lebih luas daripada gunungan dosa yang aku perbuat.

Advertisements

2 thoughts on “Thank You for Caring

  1. Jas hujan di arena balap ibukota menjadi keharusan, daripada disiram sama cipratan motor sesama pembalap ibukota 😀

    Mangstab hadiahnya ya dan cara pemberian hadiahnya sampe survey jenis jas hujan sebelum memberi… 😀

    1. faraziyya

      Jas hujan di arena balap ibukota menjadi keharusan, daripada disiram sama cipratan motor sesama pembalap ibukota 😀

      Mangstab hadiahnya ya dan cara pemberian hadiahnya sampe survey jenis jas hujan sebelum memberi… 😀

      iya sih, keharusan. tapi saya ya gitu, suka lupa, malas pake jashujan juga 😀
      hu’um, yang beri hadiah itu jg keren 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s