As a Bikers

Selama tiga tahun ini, tak bisa mengelak dari kebutuhan membawa motor sendiri. Demi memangkas waktu perjalanan Bintaro-Kemang. Demi pulang setiap hari. Demi menjadi lebih bermanfaat, sedikit lagi.

 

Enam kali jatuh dari motor, dengan bekas yang seimbang. Kaki kanan dan kiri yang sama-sama terukir bekas luka-tak-dalam. Sedikit perubahan di wajah, munculnya lesung pipi yang memang tak seperti proporsi umum.

 

Meski telah berlalu tiga tahun, saya belum sepenuhnya mengerti psikologi pengendara motor. Cuma ya memang, saya meniru-niru kebiasaan ugal-ugalan ala pengendara motor di Jakarta. Bisa jadi juga, ini latar pengalaman enam kali jatuh dari motor. Masalah ngebut atau tidak, sebenarnya hal itu akan relatif, tergantung kondisi jalanraya yang ditempuh. Lengang, tidak bisa tidak membuat saya ngebut.

 

Meski telah berlalu tiga tahun. Perlengkapan dalam berkendara motor yang esensial, pun, tidak saya penuhi. Saya membeli sarungtangan ketika akhirnya saya gelisah dengan warna kulittangan yang mulai belang. Bahkan hingga saat ini, saya belum punya jas hujan sendiri. Tak juga menggunakan masker. Ya, semua itu memang karena saya bukan tipikal orang yang memikirkan persiapan dengan matang.

 

Bila bisa memilih, memang saya ingin berhenti menjadi pengemudi motor. Inginnya menumpang Transjakarta lagi setiap hari. Inginnya menjadi pejalan kaki. Tapi tiga tahun ini pun memberi banyak fragmen.

 

Lumayan menyenangkan, karena menjadi pengendara motor, mengunjungi beberapa titik masjid diwaktu-waktu lepas adzan menjadi lebih beralasan. Karena menjadi pengendara motor, saya familiar dengan saat-saat lapar dan meneduh di tempatmakan sendirian. Karena menjadi pengendara motor, saya dapat fragmen dzikrulmaut dari menyaksikan beberapa kecelakaan. Karena menjadi pengendara motor, saya merasa bersalah terhadap bumi. Menambah angka penyumbang CO2. Karena menjadi pengendara motor, saya agak diandalkan para akhwat *lho?Karena menjadi pengendara motor…ehm…apalagi ya? hehe ^^v

 

Yaa gitu deh…

 

Hm… Untuk masa yang akan datang, semoga saya bisa membiasakan diri untuk melepaskan kemanjaan dari kaki ini. Semoga coverage aktivitas saya bisa melonggar, biar bisa memaksimalkan angkutan umum. Semoga saya cepat menemukan orang untuk membonceng saya kemana-mana *lho?

Advertisements

3 thoughts on “As a Bikers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s