Kebaruan dan Waktu, Selalu Berputar.

Ayolah..Hidup ini hanya seputaran peristiwa, dan posisimu ada dimana? (autokritik -yurisa)

Lalu, bagaimana dengan kita yang juga selalu mendapatkan hari yang baru, tapi tidak berusaha melakukan sesuatu yang baru untuk menyeimbangkan pemberian Allah yang mahal itu??

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,“Tak ada hari yang datang dari hari-hari dunia kecuali ia berkta,” Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah hari yang baru dan sungguh aku akan menjadi saksi atas setiap perbuatan yang dilakukan didalamku. Aku, kalau matahari telah tenggelam, tidak akan kembali lagi kepada kalian hingga hari kiamat. Jika kamu mengetahui hal ini, maka janganlah sekali-kali kamu tertipu dan terus menerus dalam kemalasan, serta terjebak oleh hawa nafsu. Akan tetapi, bersungguh-sungguhlah untuk menebusnya dan melepaskannya dari belenggu sangkar.”

Umar bin Dzar juga mengingatkan kita untuk selalu mengisi hari dan malam kita, tidak malah tertipu dan terus terlena. Ia berkata, “Berbuatlah dan beramallah untuk diri kalian, semoga Allah merahmati kalian di malam ini dan kegelapannya. Karena sesungguhnya orang yang tertipu itu adalah orang yang tertipu dari kebaikan malam dan siang, dan orang yang dicegah adalah orang yang dicegah dari kebaikan keduanya. Sesungguh keduanya diciptakan hanyalah sebagai jalan bagi orang-orang beriman untuk menaati Rabbnya, dan sebagai ujian bagi yang lain untuk lalai terhadap diri mereka sendiri. Hidupkanlah diri kalian karena Allah dengan dizkir kepada-Nya, karena hati itu hanya akan hidup dengan dzikir kepada Allah. Betapa banyak orang yang bangun untuk Allah di malam ini, kelak ia akan bergembira ketika bangun dikegelapan liangkuburnya, dan betapa banyak orang yang tidur malam ini, kelak akan menyesali tidurnya yang panjang saat ia melihat pemuliaan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Maka pergunakanlah setiap detik perjalanan jam, malam dan hari agar Allah merahmati kalian.”

Hari-hari itu bukan sekadar ruang untuk menyambung usia, tapi juga tempat kita menabung amal dan berinvestasi kebaikan.

Realita kita hari ini, adalah seperti ini; nikmat yang beragam dan kebaikan dari Allah yang bermacam-macam selalu ada yang baru, datang bersama hari yang baru. Tapi yang bertambah dari kita, justru sebaliknya.

Kita harus berbuat. Menciptakan kebaruan dalam hari-hari kita. Dalam detik-detik pertambahan usia ita. Dalam detak-detak napas kita. Agar setiap hari yang akan berlalu dari kita, ada kebaruan-kebaruan yang bermakna yang akan menjadi penutupnya, yang menjaga kita dari kegamangan. Sebab Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada amal yang dilakukan  di suatuhari kecuali ia akan dijadikan sebagai penutupnya.” (HR. Imam Ahmad)

Diambil dari tulisanpertama rubrik Dirosat, Majalah Tarbawi edisi 264

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s