Sofamerah

Dinihari tadi, tepat sesaat aku memejamkan mata, suaramu menggema.
Di sofamerah, aku merebah.
Membiarkan alam bawahsadar menyisir ingatan,
tentangmu.

Di sofamerah, mataku terpejam.
Bayangan aku yang sama, setahun yang lalu, di sofa itu
terasa begitu kental.
aku menunggumu, tak tenang.
sebentar-sebentar memeriksa geraknapas, yang kuharap terus timbultenggelam
Biar dengan begitu, aku tahu, ruhmu masih disini. Terlelap, hanya untuk sesaat.

Dinihari tadi, sofamerah membuatku nyeri.
Aku tak ingin membuka mata,
semata agar suaramu tetap berdengung, jernih.

Ah, mungkinkah dinihari tadi, kau benar-benar menyisi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s