Sore di Festival Pembaca 2011

Jadi, saya awalnya ngebet berkunjung ke festival pembaca Indonesia, hari ini. Tapi ternyata memang Minggu selalu bisa menghadirkan hawa malas, sehingga saya yang semula berniat kesana ba’da dzhuhur, akhirnya baru berangkat lepas Ashar . Sempat juga urung berkunjung, tapi akhirnya saya langkahkan kaki saja. Meski pada akhirnya disana saya hanya jalan-jalan sedikit, menikmati satu setengah jam penghujung acara.

Awalnya juga, berniat menyimak bincang-bincangnya mb Windy Ariestanty (lifetraveler) dan mas Vabio (kedai 1001 mimpi), meski sesampainya disana bisa saja saya duduk manis mengikuti perbincangan dua arah tersebut, saya malah jalan-jalan mengelilingi stand-stand yang ada. Melihat-lihat, tak banyak bertanya, mengamati tak seksama, mengambil gambar,  satu demi satu stand yang ada.

Ekspektasi kesana, ya menyaksikan seperti apa sih book swap itu? Keriuhan macam apa yang terlihat dari sesi book war? Dan akhirnya, ya, saya ikutan book swap sesi akhir. Kehilangan momen book war yang sampai akhir, saya tak tahu riuhnya seperti apa. Tapi sepertinya, book war itu lebih dari bookswap. Entah. Saya bawa dua buku, berjudul ‘Ketika daun berbicara’ dan ‘Surat kepada Tuhan’ (saya lupa judul buku terakhir itu. Dan hasil bookswap, saya mendapatkan dua novel, berjudul ‘Ketika Cinta Tak Mau Pergi’ dan ‘Apartemen Yacoubian’.

Setelah berkeliling stand-stand yang bisa dikatakan tak banyak, cenderung sepi-mungkin karena sudah sore ya, akhirnya saya duduk dialun-alun, tempat menyimak acara utama. Menunggu sesi akhir, Anugerah Pembaca Indonesia 2011. Dan disanalah, disela-sela pembacaan nominasi dan pengumuman-pengumuman lainnya, ada bagi-bagi hadiah buku! Seperti penguin yang berkumpul menunggu umpan ikan, orang-orang yang datang ke Festival Pembaca ini berkerumun, agak tegang, berlomba secepat mungkin mengacungkan tangan biar ditunjuk. Menjawab pertanyaan yang diberikan seputar buku-buku yang dihadiahkan. Lumayan, buku-buku yang dibagikan ini buku-buku yang masuk daftar nominator API. Alhamdulillah, saya berhasil jawab dua pertanyaan. Artinya saya dapat dua buku. Yeay!! Saya dapat buku ‘Sakinah Bersamamu’ –asma nadia, dan ‘Hujan dan Teduh’ –Wulan Dewatra.

Berkat festival pembaca kali ini, saya punya dua copy buku Sakinah Bersamamu. Sedang ‘Hujan dan Teduh’ adalah buku yang berkali-kali saya lirik tiap ke Gramedia, berkali-kali juga saya urung beli, meski begitu ingin membacanya. Kesampaian!! Membaca tanpa perlu pinjam, apalagi beli. Ini gratisan!! Hehe

*senyum~

Kayaknya saya akan menunggu Festival Pembaca tahun depan dengan persiapan yang lebih, biar lebih banyak dapat experience dan semoga lebih banyak dapat buku gratisan. Jadi inget kata mas Harun tadi, tepat saat bagi-bagi buku, bahwa kita-kita ini (peserta) hampir kalap seperti orang kehausan. Yaa, kehausan buku, tentunya.

dan ini hasil bookswap, juga gratisan.

*sayangnya, koneksi lagi kurang bagus, ngga aplot foto-foto hasil jepretan lain.

Advertisements

4 thoughts on “Sore di Festival Pembaca 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s