Andai Diam Mencukupkan

Jatuh cinta membuat orang jadi tak suka bercakap-cakap. Mereka lebih memilih diam dan mengamati orang yang dicintai dengan tatapan penuh kasih. Semua kata kehilangan makna.
(Life Traveler, Windy Ariestanty)

**

Seperti saat kemarin kita bertemu kembali, jujur, aku lebih ingin kita berdiam. Entah itu duduk sejenak sambil merasai kita yang bersisian. Atau menyusuri jalan berduaan. Tapi karena waktu kita tidak banyak, sayang bila aku tidak mendengar cerita tentang dirimu. Andai dengan waktu seperti kemarin lalu bisa aku rangkum keduanya: mendengar ceritamu tanpa terganggu pengamatan mataku atasmu. Rasanya belum cukup memandang wajahmu, sungguh.

Advertisements

5 thoughts on “Andai Diam Mencukupkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s