Movie (dan masih) tentang pernikahannya

Sejak tahu akan menjadi salah satu panitia pernikahannya, saya sudah request untuk menjadi bagian dokumentasi. Inginnya mengambil gambar-gambar saja. Sebab tahu betul, saya tak pantas dipajang di meja penerima tamu, juga tak sanggup berdiri lama-lama dan tersenyum menyodorkan makanan. Pfiuh, banyak alesan, pengennya yang asik-asik aja :D.

Dikabulkan deh tu, sama si manten. Jadilah itu saya tukang foto. Meski sebenarnya hasil foto jepretan saya biasa saja, ngga seperti hasil jepretan nugie atau heru yang darisananya si nikon di setting sedemikian biar hasil gambarnya bagus. Tapi tetep, jadilah saya tukang foto saat itu. Nah, sebelum pernikahan si manten pun, saya kepikiran untuk bikin video, sebagai hadiah. Inspirasinya adalah videonya G.O MBLAQ yang judulnya β€˜even in my dreams’. Bisa liat disini. Itu loh, kepikiran untuk membuat gambar bergerak dan kumpulan gambar tak bergerak. Ya, istilahnya movie bukan?.

Akhirnya, dengan ide tukang foto yang lain untuk ngumpulin shoot testimoni teman-teman buat si manten, yang akhirnya diputuskan bahwa video itu lebih baik diolah sebelum dihadiahkan ke manten, jadilah itu saya mengajukan diri untuk menyuntingnya. Padahal saat itu saya cuma tahu aplikasi windows live movie maker. Barulah ada anjuran yang lain, yaitu ulead video studio. Datanglah anjuran lain lagi (padahal saya sedang otodidak menggunakan ulead saat itu) untuk menggunakan cyberlink powerdirector. Eh, ngga dinyana kecenderungan saya ada pada software terakhir itu: cyberlink powerdirector.

Efeknya lebih beragam, dan memang rank pertama di review yang saya dapat tentang software video editor. Tarara, data semua terkumpul hari senin, dan senin malem itu juga saya dibuat pusing dengan banyaknya foto yang dikumpulkan. Memilah satu demi satu, sambi me-rotate atau men-tag foto-foto mana saja yang akan saya ambil. Alhasil, senin malam belum saya mulai project movie-nya. Baru kemudian di hari selasa saya mulai mengerjakan. Tak semudah dan tak secepat yang saya pikirkan karena ide ternyata tak seantusias semangat saya mengerjakan movie ini. Akhirnya saya mentok. Baru kemudian, rabu-kamis saya maksimalkan untuk ngerjain project movie-nya. Begadang, tentu saja. Bagusnya ada yang nemenin via chatting, sembari diskusi ide pengerjaannya.

Pekerjaan yang mengasyikkan juga menyesakkan, dibikin deg-degan saat me-replay movie yang saya buat sendiri. Maklum, saya masih single :-P. Tentang software cyberlink sendiri, merupakan software video editing yang keren. Buktinya hasil movie saya jadi bagus gitu padahal saya amatir. Sayang, tak bisa saya bawa file movienya disini. berasa songong bangeut -.-; Oia, baru saja saya tunjukkan movie itu ke dua teman yang lain, malah ditodong untuk bikin movie sebelum dan sesudah pernikahan temen saya yang lain. Permintaan yang tidak tahu kapan bisa saya penuhi πŸ˜€

Well, apakah akhir sebuah tulisan akan berujung pada kesimpulan? Lebih baik jawabannya tidak selalu, karena saya tidak tahu apa simpulan dari tulisan ngga jelas ini πŸ˜€

catatan: bahasa tulisan ini berantakan sekali. mohon maklum. thankyou ~~

 

Advertisements

2 thoughts on “Movie (dan masih) tentang pernikahannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s