Catatan Berantakan #2

Orang #1

Belum lama, saya buat catatan cepat yang bunyinya, “jadi kangen kakak cantik itu”. Pun saya perbarui status facebook saya dengan kalimat yang sama bunyinya. Rasa kangen itu tersembul hanya karena mengacak-acak dinding facebook kakak cantik itu. Mengingati 3 tahun yang lalu dan melihat kakak cantik itu bertumbuh. Subhanallah.

Kalau melihat kakak itu sekarang, sebenarnya kecantikan wajahnya seperti nilai tambah saja. Karena cantik akhlaknya sudah dia miliki sejak dulu. Sejak jilbabnya tak sepanjang sekarang, sejak dia belum konsisten memakai rok. Tutur katanya baik, pemikirannya dewasa, selalu menyaman bagi saya menjadi adiknya. Walau saat itu hanya satu jurusan dan satu organisasi kampus.

Saya memang tidak begitu dekat, tapi saya suka saat-saat bisa mengobrol dengannya. Senyumnya manis, perilakunya tidak berlebihan. Dan itu terlihat apa adanya. Semoga itu juga yang terlihat dimata-Nya.

Sekarang dia menjadi guru yang baik. Guru yang disenangi murid-muridnya. Terakhir bertemu dengannya adalah malam 23 Ramadhan lalu, saat i’tikaf di Masjid Baitul Ihsan.

Kakak cantik, semoga Allah beri penjagaan terbaik untukmu. Semoga lelaki langitmu kelak semakin membuatmu bercahaya, zahir dan batin. Salam kangen, dari adik yang mengagumimu.

**

Orang  #2

Jadi mengingat saat duduk-duduk berdua dengannya. Duduk dengan seorang teman yang jujur, teman yang polos apa adanya. Apa ini karena dia berasal dari Jogja? Entahlah. Kalau kepadanya saya yang biasa menjadi pendengar, beralih menjadi teman yang cerewet.

Ingat saat itu berarti ingat saat dia bilang dia seperti punya kebiasaan untuk mengamati-mengaitkan cerita-mengenali manusia. Jadi ya kalau bercerita ke dia tentang seseorang yang awalnya kita kira dia tidak tahu, tapi pada kenyataannya dia tahu orang tersebut. Tahunya karena kebiasaan mengamati dan kebiasaannya menyimpan kepingan-kepingan fakta cerita (sepertinya). Jadi padanya, tidak perlu menyebutkan nama, karena pada akhirnya kami akan sama-sama tahu.

Teman saya itu seorang yang sederhana. Dia orang yang tidak sok tahu, dia menjadi sosok yang religius karena sikap rendah dirinya dihadapan Tuhannya. Itu yang kemudian belakangan bisa saya simpulkan. Kadang, ketika kita merasa diri kita dan apa yang menjadi kehidupan kita begitu kompleks maka sesosok manusia sederhana menjadi sesuatu yang kita idamkan. Meski sebenarnya yang tampak sederhana itu tidak benar-benar sederhana.

**

Semakin kesini, semakin saya dibawa kepada kesadaran bahwa saya ini lebih cakap untuk diam, lebih cakap menjelajahi dunia maya, dan semakin kehilangan saya-yang-sosial di dunia nyata. Apakah saya yang sekarang ini adalah orisinilnya saya atau ini hasil transisi?

**

Orang #3

Satu doa saya buat ‘dia’ adalah semoga Allah hilangkan perlahan sifat keluh-kesahnya yang hampir-hampir terasa berlebihan. Yang saya khawatirkan bahwa sifatnya yang itu sama sekali tidak bisa membantunya melewati ujian yang sedang dihadapinya dengan baik. Saya ingin dia menjadi seperti seseorang dari masa lalu saya, yang kaya akan kesabaran dalam diamnya hingga ia kembal kepada RabbNya dengan tersenyum.

**

Orang  #4

Bila memang ini adalah jeda kadaluarsanya hubungan kami, maka bentuk seperti apa yang mesti saya wujudkan pada hubungan saya dengannya agar kembali segar seperti semula? Saya rindu untuk leluasa menangis dalam dekapannya.

**

Orang #5

Saya tak menyangka bahwa dia akan hadir dalam mimpi saya. Mimpi yang tidak saya minta untuk hadir pada tidur saya malam itu. Tapi orang itu hadir membawa haru dalam mimpi yang rasanya terasa dalam hingga ke dalam terjaga-nya saya.

Parahnya adalah saya ingin mimpi saya bersama orang itu berlanjut dalam tidur-tidur saya berikutnya. Karena ke-tidak-tahu-diri-an itu saya perlu beristighfar sebanyak-banyaknya.

**

Yang berantakan dalam pikiran yang ketika ingin dituangkan, perlu disatukan dalam sebuah catatan hingga tulisan ini berjudul catatan berantakan.

*catatan berantakan sebelumnya (bukan sambungan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s