Teguran

Kita mengetahui sekali kisah dikeluarkannya Nabi Adam dari surga. Adam dan Hawa digelincirkan oleh godaan syaithan dan menyalahi larangan Allah. Seketika saja, makhluk mulia itu ditegur dan diberi hukuman: turun ke dunia dalam keadaan terpisah dari ‘rusuk kirinya’.

Atau Ka’ab yang disirami rasa bersalah yang akut setelah lalai dari panggilan berperang.

Orang-orang baik selalu begitu, mendapat keselamatannya sendiri melalui teguran. Mengapa teguran itu menyelamatkan? Karena teguran bisa membuat orang-orang baik itu kembali menyucikan diri. Teguran bisa membuat orang-orang baik itu untuk memohon ampun dan mengambil kekuatan kembali.

Bisa jadi mungkin, saat kita tidak langsung mendapat teguran atas kesalahan kita-atas dosa kita, berarti kita belum menjadi mukmin yang baik. Karena terkadang teguran adalah tanda cinta. Meski mendapat teguran berarti satu dari sekian aib kita terbuka tapi itu masih jauh lebih baik bila kita mengerti.

Hhmm…Kadang kita menyisip doa biar Allah langsung menegur kita saat bersalah. Tapi pada sudut hati yang lain kita kerap takut akan teguran itu sendiri. Cukup kuatkah kita untuk mengatasi teguran tersebut dan mengubahnya untuk menjadi kekuatan kembali?

Cukup kuatkah? Pertanyaan yang perlu dijawab dengan berbisik didalam hati, atau bisa dijawab dengan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang siap terselamatkan karena teguran kelak..

Iya..kelak..

Advertisements

2 thoughts on “Teguran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s