Darah

-01.34. Jumโ€™at, 15 April 2011. RS Budi Asih-

It feels so strange, yet it was frightening. To see the real blood spills in front of your eyes..

Rasanya benar-benar berbeda, melihat darah dari balik layar kaca/ komputer dengan melihatnya dengan mata sendiri. Darah yang bercecer dalam jumlah yang tidak sedikit.

Setengah jam yang lalu, tiba-tiba Papa bangun dan dikasurnya sudah basah oleh darah-karena selang infusnya terlepas (dalam waktu yang tidak sebentar). Bahkan tangannya masih mengeluarkan darah. Pandangan saya langsung lepas dari anime yang aku tonton agar terjaga, bersegera mengalihkan diri dan memanggil perawat yang berjaga. Rasanya cemas, khawatir, tanganku bergerak kaku membersihkan darah yang tercecer dan memandang nanar. Gugup.

Sama seperti gugup yang saya rasakan saat mengendarai motor dan diujung belokan lampu merah tiba-tiba ada motor dan awak yang terdampar dan terluka..berdarah-darah. Perasaan yang mirip. Padahal pemandangan itu telah lama berlalu tapi sesaat tadi, ingatan itu berputar kembali.

Tersentak, ternyata saya tidak kuat melihat genangan darah. Meski fine-fine saja melihat proses bedah yang terjadi di drama-drama. Dan ternyata memang, layar kaca..layar komputer itu adalah benteng pertama yang membuat jarak antara penyimak dengan apa yang ditontonnya. Selalu, realita mengambil kekhasannya: selalu mampu menyentuh pusaran rasa.

It was really frightening me..

Ngga tau bakal punya reaksi apa kalo diberi pemandangan genangan darah lagi ๐Ÿ˜ฅ

Advertisements

2 thoughts on “Darah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s