Daftar Putar (lagu)

Aplikasi pengukur kinerja otak yang saya manfaatkan memberitahu bahwa saya tergolong manusia yang otak sebelah kanan dan kiri berkapabilitas hampir seimbang. Cenderung kanan ataupun kiri hanya berselisih beberapa persen saja. Well i’m both of visual type and auditory type. Alhamdulillah.

Ketika ditanyakan oleh seorang teman, apakah saya bisa membaca dengan fokus sembari mendengarkan lagu. Tidak ragu saya menjawab, “Iya”. Saya tidak merasa terganggu saat membaca buku beriringan dengan mendengarkan lagu. Tapi memang saya akui, fokus menjadi berkurang. Tapi semoga itu saja, karena saya menikmati keduanya bersamaan.

Lalu, tentang musik. Menyinggung musik hampir mirip dengan menyinggung makanan dikalangan masyarakat umumnya. Telah menjadi kepentingan banyak orang untuk mendengarkan musik, dengan alasan apapun dibelakang kepentingan mendengarkan musik tersebut. Saya pribadi, musik adalah teman bagi kesunyian sekaligus pemelihara semangat.

Biar tidak merasa sendiri saat mengendarai motor, saya pasang headset dan mengaktifkan pemutar musik. Biar tidak sendiri saat membaca buku, saya minta ditemani lantunan nasyid atau lagu-lagu umum. Biar tidak cepat bosan menulis, biar tidak cepat reda fighting spirit saat menulis, saya memutar musik sesuai selera, mengunci kamar dengan seksama, dan menghadapi laptop dengan sungguh.

Malam-malam ini, musik-musik yang memerahkan telinga saya ada beberapa:

–          Decode (acoustic) – paramore. Ini lagu yang saya suka sejak menjadi lagu latar film twilight. Ya, saya memang punya sense rock.

–          Misguided ghost – paramore. Musiknya simple, liriknya lumayan, dan tidak bosan untuk saya dengarkan.

–          All i wanted – paramore. Lagu rock yang kebanyakan teriak-teriak. Tapi saya suka. Cuma itu alasannya.

–          Marry you (Super junior), Baby Goodnight (GD & TOP), dan Love Recipe (Gummy) adalah tiga lagu berbahasa korea yang manis untuk didengar. Ya, tema cinta (melulu)

–          Talking to the moon, We are fighters, dan Marry You (Bruno Mars). Saya mulai suka mendengarkan 3 lagu ini.

Kembali ke ‘mendengarkan musik’. Memang tidak bisa menandingi kebermanfaatan mendengarkan murottal Al-Qur’an. Bahkan ust. Rahmat (dalam salahsatu tulisannya) pernah berkata,” Mereka yang telah disibukkan dengan Al-Qur’an (dan mendengarkannya), tidak akan beralih untuk mendengarkan yang laghwu (musik)”. Pertama membaca perkataan beliau tersebut, saya malu. Kenapa masih juga lebih menikmati mendengarkan musik?

Ah tapi saya mencoba untuk bisa menjadikan sedikit kecenderungan (mendengarkan musik) sebagai sesuatu yang membantu saya dalam beberapa hal. Mereduksi nilai kesia-siaannya, memolesnya menjadi sebatas hiburan saja. Seperti nasihat yang disenandungkan Raihan dalam lagunya yang berjudul berhibur. Saya sangat menghormati mereka yang sudah mengkategorikan musik sebagai sesuatu yang laghwu dan kemudian berprinsip dengan hal tersebut hingga menghilang satu akar kesiaan darinya. Tapi saya juga menghargai mereka yang bijak mengelola kecenderungan mendengarkan musik bahkan hingga bisa memanfaatkannya.

Dan bahwa musik itu adalah warna, sehingga untuk alasan baik serta tidak berlebihan maka menikmati musik menjadi wajar. (pendapat pribadi)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s