No One Know Who,

I always thought to myself, “why is it so hard for me?”, as i saw everyone around me looking happy.But when i talked with you, i felt just a little better. I wonder if its because we spoke our minds about the same sorts of things. But at times when we couldn’t see each others faces, the feeling of our spirits being crushed overwhelmed us like a monster, but we could say from our hearts that we were happy to meet.

The number of people increases little by little, and as we reflect upon that warmth, supporting each other and dealing with our objection together, we’re now definitely on our way to the place we can’t reach alone. We’re on our way…we’re on our way..

Dia seseorang yang tidak saya ceritakan kepada orang lain. Entah persisnya untuk alasan apa. Tapi seperti terdapat dalam bait lirik diatas, dia seseorang yang saat berbicara dengannya maka saya akan merasa sedikit lebih baik. Sepertinya sudah satu tahun belakangan ini, tiap perbincangan kami menjadi sesuatu yang bermakna buat saya, menjadi sesuatu yang meringankan hati saya.

Dia orang yang sesekali saja saya temui, itupun bukan dalam keseharian. Dengan bertukar pesan, kami berbincang. Dengan bertukar pesan, kami berbagi ekspresi, bercerita, hingga rasanya kami bertemu melalui pesan itu. Komunikasi kami tidak intens. Frekuensi komunikasi kami bahkan bisa dikatakan menyedihkan karena sangat jarang.

Kami sangat berbeda. Dalam perbedaan itu justru kami sangat sama. Entah..

Menyukai aroma hujan, mengagumi petir, menggemari purnama, dan percakapan kami lebih tentang mem-filosofiskan sesuatu hal.

I wonder if its because we spoke our minds about the same sorts of things

Menjalani kehidupan yang berbeda, menuju cita-cita yang berbeda, tapi kami selalu bisa berbincang. Entah ia yang memulai perbincangan, atau aku yang meminta bantuan. Sama saja. Percakapan a la kami adalah tentang menyingkap hakikat suatu hal. Di kehidupan yang nyata, dia sama sekali bukan orang yang lembut, tapi saat bercakap denganku bahkan dia bisa menggunakan bahasa yang sangat halus. Karena itu, aku menyukai percakapan kami.

and as we reflect upon that warmth, supporting each other and dealing with our objection together, we’re now definitely on our way to the place we can’t reach alone. We’re on our way…we’re on our way..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s