[Ulasan Buku] Keep Your Hand Moving

Secara arti, judul buku ini adalah: “Terus Gerakkan Tanganmu!”. Judul persuasif yang  menghias buku kecil berkaver hijau terang tersebut. Menjelaskan buku ini, terdapat  tagline: panduan menulis, mengedit, dan memolesnya.

Disebutkan dalam pengantar, Anwar Holid menyampaikan tujuannya menuliskan buku ini sebagai sarana berbagi ilmu penulisan. Terang seperti katanya, buku ini merangkum ilmu penulisan secara umum. Bahkan, bagi saya pribadi, buku ini teknis sekali. Ilmu penulisan yang dibagikan disini terasa teknis sekali. Mengulas mulai dari pendekatan-pendekatan menulis, mencurahkan enrgi untuk menulis, menyiapkan diri menulis artikel, bagaimana itu naskah yang memikat (disajikan secara kriteriatif), membincangkan norma bahasa, berbagi prinsip mengedit tulisan, hingga menulis sebagai ekspresi diri.

Buku kecil ini padat dengan ilmu penulisan. Menjadi baik sekaligus kurang baik karena kepadatan yang terlalu bisa membuat penulis amatir menjadi pusing karena banyak disodorkan informasi menciri dalam penulisan yang akhirnya membiaskan pertimbangan-pertimbangan bagi penulis yang merujuk buku ini.

Sudah banyak penulis lepas, yang sesuai dengan sebutannya, melakukan kegiatan tulis tanpa begitu memusingkan standar baku (tanpa perlu menyampingkannya). Sehingga buku ini, oleh saya secara pribadi, bisa direkomendasi untuk mereka yang memang menulis untuk dihadapkan kepada editor penerbit hingga pembaca secara luas.

Pendapat saya, buku ini informatif. Itu satu dari sekian nutrisinya. Hanya saja, kepada penulis-siapa, buku ini memiliki nilai gizi yang cukup, tergantung pada kepentingan penulis. Menulis untuk menyebarkannya dan menyelarasi selera pasar atau menulis yang tidak pusing selera pasar tetapi terus ingin mengekspresikan diri.

 

Advertisements

4 thoughts on “[Ulasan Buku] Keep Your Hand Moving

  1. munandar

    sumpah . baru kaliini gw nangis baca buku tentang ayah .dan begitu bodohnya gw yang hampir slalu emosi sama bapak gw. i love you dad

    1. faraziyya

      maaf, buku ini bukan ttg ayah. tapi ttg kepenulisan. jangan2 salah tempat komen ya? sbnrny mw komen di tulisan yg judulnya ‘Menghadirkan kenangan akan ayah tercinta’ ya?

  2. brillyananda

    Hai Ziyy,,
    Saya udah baca buku itu beberapa bulan yg lalu, dan kesimpulannya : terlalu teoritis.
    Beberapa bab awal memang enak dibaca dan terasa sedikit menyemangati, tapi selepas itu isinya jadi monoton dan terkesan menggurui. Belum lagi pengulangan tips di beberapa subbagian, rasanya cuma buang2 halaman aja.
    Dan bagian paling bikin saya ga sepakat sama penulisnya adalah saat dia mereview buku “Perahu Kertas”. Apa ya, rasanya buku ini terlalu menyamaratakan penulisan, tanpa memperhatikan selera pembaca, juga teknik penulisan si penulis itu sendiri, padahal ada ribuan jenis tulisan di dunia ini (lebay).
    Yah, itu cuma pendapat pribadi saya aja sih, ga tau kalo yg lain 🙂

    1. faraziyya

      iya iya,
      agree..
      eh mba, udah pernah baca wisdom for writers (apa ya bener judulnya?) yg karya ust. fauzil adhim?
      pengen baca nii..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s