[Ulasan Buku] Al-Qur’an: The Healing Book

Tulisan Ir. Abduldaem Al-Kaheel, pengarang buku ini, mulai sering mewarnai Majalah Tarbawi. Ternyata pada kenyataannya, pemilik laman www.kaheel7.com ini terus fokus dalam penelitian mengenai mujizat ilmiah Al-Qur’an dan Sunnah. Selaras dengan judul, buku ini mengungkap  banyak kenyataan bahwa Al-Qur’an adalah penyembuh bagi beragam penyakit. Buku ini kental mengangkat mengenai Al-qur’an-suara-efek penyembuhan dari gelombang audio.

Pengobatan dengan Al-Qur’an adalah upaya untuk melakukan aktivasi sel otak yang bertugas sebagai pemimpin tubuh dan meningkatkan kapasistas sel serta menjadikannya bergetar kembali secara teratur dan normal. Metode terapi Al-Qur’an untuk penyembuhan, terdiri dari dua hal: pertama, suara bacaan Al-Qur’an yang keluar melalui terapis yang membacakannya atau si pasien langsung yang membaca nya. Kedua, makna serta kandungan yang ada dalam ayat-ayat yang dibacakan.

Yang lebih dianjurkan tentunya adalah terapi mendengar Al-Qur’an dengan bacaan sendiri (ruqyah dzaatiyah). Mekanisme ini lebih memiliki keunggulan karena memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam proses penyembuhan.

Selain dari terapi Al-Qur’an, buku ini juga menginformasikan terapi-terapi penyembuhan lain. Semisal terapi penyembuhan melalui kekhusyukan, penyembuhan dengan madu dan zaitun, juga semisal terapi penyembuhan dengan air. Mengenai terapi dengan kekhusyukan, ada rumusan informasi tersendiri.

“Gelombang paling penting yang dipancarkan oleh otak adalah gelombang frekuensi terendah. Gelombang ini dianggap sebagai sarana penyembuhan bagi tubuh karena efeknya pada sel-sel tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Gelombang frekuensi terendah tersebut bisa kita dapatkan dengan mengusahakan kekhusyukan. Dengan gelombang tersebut, sel-sel kembali diprogram dan diperbaiki ketidakseimbangan kerjanya di dalam otak. Sedikit simpulan, menerapkan kekhusyukan sama dengan menata dan menguatkan fungsi otak”

Tentang terapi dengan air, sejumlah ilmuwan merekomendasikan (untuk pengobatan) meminum air satu liter setiap pagi hari sebagai bagian dari pengobatan. Dianjurkan, setelah meminum air tersebut hendaknya perut dibiarkan kosong tidak diisi makanan hingga satu jam berikutnya untuk memastikan penetrasi air ke dalam sel-sel tubuh.

Satu dua contoh diatas yang bisa saya munculkan di tulisan ini. Meski bersifat menginfokan, semoga tetap bisa memberi kebermanfaatan. Buku ini hanya setebal 198 halaman dengan ukuran kertas 12,3×17 cm saja, tetapi mengungkap banyak kebenaran yang patut kia ketahui, terlebih karena kebenaran tersebut bisa meneguhkan keyakinan kita terhadap Al-Qur’anul Karim.

Advertisements

2 thoughts on “[Ulasan Buku] Al-Qur’an: The Healing Book

    1. Buku ini adalah edisi terjemahan Indonesia, tapi saya kurang yakin apakah sekarang masih tersebar di toko buku – toko buku di Indonesia. Coba cari di toko buku Islami di Indonesia atau coba hubungi penerbitnya, penerbit Tarbawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s