Memang Karena Kita Bersaudara,

Jika Kau Memang Bersaudara…

………

Bersaudaralah dengannya seluruhnya

Jadikan ayah-bundanya paman-bibimu

Jadikan saudara-saudaranya teman-temanmu

Jadikan anak-anaknya keponakanmu

Tanda kau bersaudara dengannya,

Ayahandanya menitipkan penjagaannya kepadamu

Bundanya menelponmu untuknya

Adiknya menganggapmu kakak

Kakaknya menganggapmu adik

Dan akhirnya teman-teman kalian akan menganggap kalian bersaudara

 

Rois Ibnu Abdul Hakim

 

**

 

Ada satu postingan tulisan, diblog ini yang juga hasil salin-tempel karya orang lain. Judulnya, “Jika Kau Memang Bersaudara”. Dalam perjalanan pulang tadi, tiba-tiba aku mengingati bait-bait yang ada didalam sajak tersebut, yang ku jadikan soundtrack aktivitasku sebelum mengakhiri agenda diluar rumah beberapa jam yang lalu.

Memangnya apa sih, aktivitasmu itu Ziyy?

Menyempatkan mampir ke rumah seorang sahabat yang baik. Untuk menyampaikan haknya yang sudah seminggu ini ada ditanganku.

 

Disana, sahabatku yang baik itu sedang makan malam. Bundanya sedang membuat agar-agar dalam banyak gelas-gelas kecil. Panganan saat senggang, jajanan sehat yang lebih ekonomis karena home made, katanya. Sahabatku yang baik itu memang tipikal sahabat yang perhatian, lembut. Dan itu berasal dari Bundanya juga sepertinya. Lalu Bundanya menanyai kabar keluargaku, kesehatan Papa, mendengar juga cerita-cerita singkat yang sebenarnya kuperdengarkan pada sahabatku itu.

Ah iya..memang langsung dan tidak langsung, Bundanya mengetahui banyak tentang diriku. Karena Sahabatku yang baik itu selalu bercerita banyak hal pada Bundanya, sesuatu yang tidak banyak aku lakukan kepada Mama dimasa-masa lalu. Dan dikebersamaan singkat tadi itu, kehangatan Bundanya begitu terasa. Begitu juga dengan kehangatan dari sahabatku yang baik itu. Ya Allah, limpahi mereka kebaikan selalu..

Sederhana saja sebenarnya..aku tidak banyak memiliki sahabat baik yang kedekatan antara kami merupakanpersaudaraan keseluruhan. Sehingga untuk memiliki seorang Sahabat yang baik yang bersaudara denganku secara menyeluruh adalah kesyukuran yang menyejukkan satu sudut hati.

Boleh saja, anggap aku berlebihan. Tapi untuk beberapa jenak ini, rasanya luarbiasa sekali untuk merasakan perlakuan seperti itu…dipersaudarai secara menyeluruh..

dipersaudarai secara menyeluruh..padahal belum ada apa-apanya yang aku lakukan dalam persaudaraan kami..

Rabbi, pantaskan aku mendapatkan perasaan ini…

Langgengkan persaudaraan ini…

 

*Sahabatku yang baik itu, perlakuannya menjadi bukti bahwa kami bersaudara. Bahwa dia mengungkapkannya dalam perilaku, kewajiban-kewajiban seperti disebut diatas itu…lantas, pantaskah aku tidak bersyukur untuk memiliki sahabat yang saudara seperti itu?

 

Advertisements

2 thoughts on “Memang Karena Kita Bersaudara,

    1. faraziyya

      ada..
      ya yang sy ceritain diatas ini..
      haha..emg c, kykny kgk bs nyampe posisi sama bisa minta jajan ama ortu,
      sayang sekalii :-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s