[Ulasan Buku] Ketika Aku Mencintaimu

Buku ini saya beli berbarengan dengan Buku Jendela Cinta dalam acara GEDEBUK di STAN (3 Feb 2011)  lalu. Sama-sama terbitan GIP. Bedanya, buku ini memang bernuansa kehidupan setelah pernikahan. Dari halaman muka, sudah terlihat khas. Karena buku ini mengikutkan ‘Senandung Hati seorang Istri’ setelah judul tersebut diatas.

Bagaimana dengan isinya? Persis terdiri dari beberapa delapan surat cinta,didalamnya penulis menggunakan istilah serupa surat cinta yakni love letter. Dalam pengantarnya, penulis mengaku bahwa bahasa yang dipakainya merupakan bahasa kalbu. Tujuan surat-surat tersebut? Tentu saja suaminya, sang Kangmas.

Dengan bahasa kalbu itu, perasaan penulis tertuang dan dihiasi dengan pengetahuannya tentang hikmah-hikmah pasca pernikahan yang didapat dari sirah Nabi dan sahabat serta pelajaran langsung yang didapatnya dari berinteraksi dengan orang lain.

Banyak hal yang diangkat penulis, sejurus dengan banyak masalah dan usulan penyelesaian dalam buku setebal 124 halaman itu. Beberapa diantaranya,”First words for my beloved husband” yang berlatar sesaat setelah berlangsungnya ijab qabul, problematika semisal “Saat kehangatannya meluruh hampa”, hingga mengunduh pengetahuan tentang bagaimana keluarga masa kini mencapai stabilitasnya.

Buku tipis ini dipenuhi kata-kata manis dan romantis. Seperti :

Bila ada keindahan yang mewujud utuh dalam seluruh dimensi,

Dan menyentuh utuh sepenuh rasa di jiwa,

Itulah enam puluh detik ijab qabul.

Selamanya…indahnya nyata. Insya Allah

Kala cinta bertanya pada cinta,

Imanlah jawabnya..

Atau

Ketika pesona hadir disini,

Kuharap jabat eratnya mengikat molekul kasih yang bertebaran di udara..

Dan memampatkannya

Di ruang cinta hati kita…

Terakhir, saya hendak mengutip-menyampaikan kembali- kalimat terakhir dari penulis dalam pengantarnya, “Buku ini adalah sebuah ruang dialog hati, dalam kesadaran akan keniscayaan cinta Ilahi, sebagai sebenar-benar cinta.”

~Semoga bermanfaat~

Advertisements

3 thoughts on “[Ulasan Buku] Ketika Aku Mencintaimu

  1. Pingback: al Faza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s