Muncul Untuk…

Menangislah kalau tangisan itu

Dapat mengingatkan kita

Pada hari-hari mati

Yang pasti akan datang

Tanpa mengenal usia

Kehendak Ilahi Yang Maha Kuasa

Yang Maha Kuasa

#tentang kematian

Seberapa sadar, kita pada sebuah ‘momentum itu?

Seberapa bisa ‘momentum’ tersebut jauh membuat kita mawas diri?

Pada banyak manusia, yang sering ditemukan adalah bahwa ‘momentum’ tersebut tak ubahnya sesuatu yang muncul untuk tenggelam.

Bahwa jarang sekali kematian mengetuk kesadaran yang panjang….

Kesadaran panjang bahwa kematian adalah sesuatu yang amat dekat itu tidak pernah sempurna untuk kita semat.

Bagaimanalah ini?

Seorang manusia sepertiku bahkan jatuh bangun untuk memunculkan ‘kematian’ dalam benak. Memunculkan ‘kematian’ untuk dinegosiasikan. Menegosiasikan kemungkinan bahwa (Selalu) masih ada cara meraih akhir yang indah…

..

Konsep ‘hidup hanya untuk hari ini’ hanya bisa dipahami bersamaan dengan kesadaran akan kematian. Konsep ‘hidup hanya untuk hari ini’ membuat pemanjangan harapan akan esok-esok-esok lagi, menjadi kian lemah peyakinan. Tapi toh, dalam keyakinan mencapai peta kehidupan yang kta rancang, konsep ‘hidup hanya untuk hari ini’ juga bukan merupakan halangan.

Hanya saja, kita perlu memahami ilmu pembagiannya. Tentang membagi keyakinan pada konsep ‘hidup hanya untuk hari ini’ sekaligus menyediakan jalan (di jalur bersamaan) untuk selalu berhusnudzon pada Allah swt mengenai peta kehidupan kita.

Jujur, saya pribadi tidak memiliki kepercayaan diri untuk stabil dalam mematri kesadaran akan kematian. Hanya saja, saya ingin terus bersabar kemudian bergerak (bahkan merangkak) untuk mendekatkan apa yang sejatinya dekat…

Mengembalikan kematian sebagai sesuatu yang muncul untuk mengapung..di permukaan kehidupan.

…….

“Bukankah akhir kehidupan adalah petunjuk sampainya kita ke tujuan? Kalau memang tujuan itu dekat melalui kematian, kenapa ia bukan merupakan hal yang senantiasa diburu dan dirindu? Ah…kalau saja ini adalah perantara sampainya aku ke hadirat-Mu, aku rela bertemu malaikat maut-Mu. Sebab apa lagi tujuan hidupku kalau tidak berjumpa dengan-Mu?”

Beribu Kafan – Muttaqwiati. Dalam Jendela Cinta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s