Ideal yang Lain

Hidup beridealisme, dengan bantuan google, bisa diartikan dengan hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yang yang dianggap sempurna. Senada bahwa ideal adalah relativitas kesempurnaan.

Manusia umumnya menemukan idealismenya direntang mereka menghadapi fase kedewasaan. Itu menurut saya. Mengapa? Karena di rentang tersebut-lah mulai tersibak apa yang menurut pikiran (dan pengetahuannya) bernilai benar atau salah, baik atau buruk. Dan dalam proses menuju kedewasaan tersebut, sesuatu (yang juga secara subjektif) terlihat sempurna akan ditemui.

Saya juga sedikit menyimpulkan bahwa menemukan idealisme diri juga mengait pada faktor usia. Benarlah bahwa hanya sedikit manusia yang menemukan idealisme di usia dini. Tetapi, di usia saat manusia menempuh pendidikan tinggi-nya, mulai berkembang idealisme yang terlihat (atau dilihatnya), mulai muncul berbagai idealisme yang menjadi pilihan (yang juga bisa dipilihnya).

Singkatnya, mudah bagi seseorang yang sedang menjalani pendidikan tinggi-nya untuk menemui pilihan idealismenya dan berusaha dengan pilihan idealismenya tersebut. Bisa jadi ini perkara tersedianya fasilitas perkenalan (dengan idealisme tersebut) juga tentang seiring dengan berjalan kehidupan seseorang, menjadi luas pula apa yang mungkin menjadi pengetahuannya (dan pengetahuan tentang idealismenya).

Bentuk idealisme bisa bermacam-macam. Beridealisme juga pilihan bagi manusia secara luas. Meski banyak dari yang beridealisme adalah orang-orang dengan pendidikan tinggi. Tapi juga tidak aneh bila beridealisme bisa ditemui oleh orang-orang bersahaja, yang tidak mantap pendidikannya. Bagi mereka mungkin bukan bernama idealisme, bisa bernama cita-cita atau prinsip atau komitmen. Sejauh hal tersebut merupakan kondisi sempurna dalam pandangan mereka, dan berusaha hidup menuju kondisi sempurna itu juga merupakan jalan yang mereka inginkan dalam hidup maka hal itu (saya katakan) sama dengan beridealisme.

Ah, kenapa juga saya membuat tulisan tidak jelas beride ‘idealisme’ ini?

Mungkin karena belakangan, idealisme yang saya miliki mulai luntur. Bukan tentang idealisme itu menyerap menjelma sikap hidup. Lebih-lebih bahwa sikap hidup saya sudah jauh dari idealisme yang dulu saya punyai. Bahasa yang pernah saya gunakan untuk menjelaskannya kepada orang-orang terdekat saya adalah bahwa saya kehilangan kapasitas untuk terus berusaha hidup beridealisme-kan ‘sesuatu itu’ (idealisme yang saya dapati di lingkungan bersama mereka).

Kehilangan kapasitas yang bisa jadi lebih dikarenakan saya menjauhkan diri dari lingkungan tersebut. Kehilangan kapasitas yang bisa jadi karena frekuensi interaksi (dengan lingkungan tersebut) yang terbilang ‘menyedihkan’.

Ah..lantas apa yang mau saya katakan di tulisan ini sebenarnya?

Hm…mungkin bahwa kehilangan idealisme bisa menjadi sangat mungkin terjadi. Dimana hal tersebut sangat bergantung pada pemeliharaanmu terhadap idealisme tersebut. Satu waktu pun, mungkin, akan datang saat dimana idealisme itu harus dilepaskan atau dibiarkan lepas dengan sendirinya. Untuk alasan force majeur, atau untuk alasan dorongan dari sebagian besar porsi kehidupanmu yang lain.

Apakah saya menyerah?

Bisa iya bisa tidak. Yang saya tahu, ada idealisme lain yang harus segera saya temukan. Di jendela lain dalam kehidupan saya sejauh ini.

 

Advertisements

4 thoughts on “Ideal yang Lain

    1. kalo temanya, aku pake ‘modularity lite’
      disana bisa diutak-atik backgroundnya..
      aku cuma ganti backgroundnya dengan gambar yang aku suka kok..
      nah, yang lainnya (semisal widgets) disetting sesuka hati..

  1. Saiia ngga pernah nganggep diri saiia sendiri idealis meski beberapa orang bilang gitu.. Lebih suka nyebut diri sendiri terlalu kekeuhan, istilah idealis rasanya ketinggian.. haha :mrgreen:
    Salam kenal kak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s