Bila dikaruniai sahabat yang baik, peliharalah.*

*judul Majalah Tarbawi, edisi 172 Th.9 Muharram 1429 H.

Sahabat yang baik, yang kita cintai karena Allah adalah sepertiga dari urusan hidup kita.

Sepertiga itu bukan pecahan yang sedikit. Apalagi pecahan tersebut merepresentasi porsinya dalam kehidupan. Tapi ternyata memang hal tersebut benar adanya.

Hadits yang diriwayatkan Bukhari ini tentu tidak asing ditelinga, yang membicarakan perkara merasakan kenikmatan berimana dalam tiga hal. Yakni pertama, seseorang akan merasakan lezatnya iman bila menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintainya dari apapun. Kedua, seseorang akan merasakan lezatnya iman bila mencintai seseorang lainnya hanya karena Allah semata dan tidak karena yang lain. Ketiga, seseorang akan merasakan lezatnya iman bila ia benci untuk kembali ke jalan kekafiran, sebagaimana benci bila dirinya dilempar ke neraka.

Nah, mari kita sebut kandungan diatas sebagai paket tiga cinta. Terlihat bukan, cinta sahabat seiman itu berada di dalam satu paket dengan dua cinta lainnya.

Hadits di atas merupakan gambaran yang sangat jelas tentang satu paket besar cinta yang terdiri dari tiga unsur. Cinta pertama adalah tujuan hidup. Cinta kedua, adalah teman dan sahabat hidup. Cinta ketiga adalah rambu-rambu hidup. Tujuan hidup bentuknya adalah menjadikan Allah dan Rasul melebihi yang lainnya. Cinta kedua adalah mencintai orang lain karena Allah semata, yang berarti akan menjadi sahabat dan kawan dalam perjalanan. Cinta ketiga bentuknya adalah konsekuensi dari cinta itu sendiri, yaitu rasa benci terhadap lawan dari cinta itu: benci kekufuran dan neraka.

Dalam rangkaian tiga cinta diatas, teman hidup kita perlukan untuk dua fungsi sekaligus. Pertama sebagai teman dan sahabat dalam menggapai tujuan hidup tersebut, yaitu perjuangan menjadikan Allah dan Rasul sebagai yang paling kita cintai melebihi yang lain. Kedua sebagai sahabat dan teman untuk menjalakan cinta yang ketiga, yaitu menjaga rambu-rambu hidup agar tidak tergelincir kembali ke jalan kekufuran.

Setiap kita memerlukan sahabat. Orang-orang bijak mengatakan,”Boleh jadi engkau bisa hidup tanpa orang yang engkau kasihi, tapi engkau tak akan bisa hidup tanpa sahabat yang baik.” Sahabat yang baik juga merupakan anugerah yang mahal. Mencintai sahabat dalam paket besar yang terdiri dari tiga dimensi diatas, merupakan pekerjaan yang tidak ringan. Dan ternyata memang ini bukan hanya soal bagaimana kita perlu atau tidak kepada sahabat yang baik tapi juga bisakah kita memelihara sahabat yang baik itu dengan cara yang baik pula.

Sejenak, merenunglah. Bagaimana kita membayangkan tentang peta penting perjalanan hidup kita dan bagaimana fungsi sahabat bagi perjalanan tersebut. Kita akan menemukan peta tersebut tidak lebih dan tidak kurang, kecuali akan tersangkut pada tiga dimensi cinta diatas. Baik buruknyya, kurang atau lebihnya, berkualitas atau tidaknya, sangat dipengaruhi oleh bagaimana bobot cinta kita di tiga dimensi tersebut, yaitu bagaimana tujuannya, siapa sahabat yang akan menemani kita, dan apakah kita taati rambu-rambunya.

Itulah mengapa, sahabat yang baik yang kita cintai karena Allah adalah sepertiga urusan hidup kita.

Dengan mengetahui hal tersebut, peliharalah sahabat yang baik yang telah dikaruniakan kepada kita.

(disadur dari Dirosat dalam Majalah Tarbawi edisi 172 1429 H)

Ah, indah sekali hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi ini.

Allah berfirman,”Akan benar-benar mendapat kecintaanKu, mereka yang mencintai karena Aku. Akan benar-benar mendapat kecintaanKu, mereka yang saling berinteraksi karena Aku. Akan benar-benar mendapat kecintaanKu, mereka yang saling menasehati karena Aku. Akan benar-benar mendapat kecintaanKu, mereka yang saling berkunjung karena Aku.  Akan benar-benar mendapat kecintaanKu, mereka yang saling berkorban karena Aku. Orang-orang yang saling mencintai karena Aku, berada di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya. Tempat itu membuat iri para nabi, orang-orang Shiddiq, dan para syuhada.

Advertisements

6 thoughts on “Bila dikaruniai sahabat yang baik, peliharalah.*

  1. Pingback: Bila dikaruniai sahabat yang baik, Peliharalah* « Zakat On Twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s