eksakta

Aku suka pelajaran ilmu alam. Aku menyukai kimia dan fisika. Meski aku tidak begitu menyukai induk mereka: matematika. Tapi ada yang harus aku garisbawahi, menyukai tidak berarti membuat nilaiku outstanding di mata pelajaran tersebut. Yah, ada sedikit pengecualian sekaligus agak sedikit menyombong nih, kimia-ku dulu (saat di bangku SMA) selalu bernilai di atas rata-rata bahkan hampir sempurna. Tapi aku malah terjerumus ke Olimpiade Sains Fisika.

Hingga umurku 21 tahun ini, aku masih menyukai mereka. Walau aku berkhianat dengan pindah jurusan. Dari kimia murni ke akuntansi pemerintahan. Dan nyatanya aku masih juga terdepak dari akuntansi pemerintahan. Sedih rasanya, (terkadang saat) menyadari bahwa pada akhirnya aku telah merelakan keluar dari dunia kimia untuk dunia akuntansi tapi aku masih juga tidak lolos kualifikasi. Dan kini, dua tahun yang habis untuk berusaha mencintai akuntansi ingin sekali tidak aku sia-siakan. Aku menyesalinya. Kenapa tidak aku lanjutkan saja pendidikanku di kimia? Setidaknya aku menghabiskan dua tahun tersebut untuk sesuatu yang selalu aku sukai dan tidak pernah membuatku menggerutu.

Kini, aku tersudut di posisi tidak berpendidikan. Maksudku, tidak dalam kondisi melanjutkan pendidikan tinggi. Kapok-kah? Kadang memang rasanya demikian. Boros sekali rasanya umurku bila aku kembali mengambil poin awal dan beralih-kembali ke dunia kimia dari awal. Bagaimana tidak bila memulai semua dari umur 21 sedangkan umur mahasiswa tingkat awal pada umumnya masih 18-an?

Ah ya, bagaimana dengan regulasi PTN kini? Masihkah umur segitu diizinkan? (sepertinya aku akan mencaritahu banyak informasi untuk dijadikan kemungkinan)

Statusku kini memang tidak berpendidikan secara formal. Tapi aku masih bisa menyalurkan kesukaanku pada ilmu alam dengan menjadi pengajar. Tepatnya menjadi tenaga pengajar privat bagi murid SMA dan SMA jurusan IPA. Aku tidak menyangka bahwa dengan cara ini, rasa suka-ku terpelihara. Dan dengan cara seperti ini pula, keinginanku untuk besar di jurusan ilmu alam masih terjaga. Mungkin nantinya cara seperti ini yang akan aku andalkan untuk memelihara semangatku. Mungkin saat nantinya aku benar-benar menjalankan niatku dengan secara formal menjadi mahasiswa kimia kembali.

*dipost saat bersamaan aku apdet status :Β saya ingin kesukaan ini sampai. ya..saya suka kimia. baik saat saya masih menjadi mahasiswa kimia, atau saat kini saya hanya mengajarkannya kembali sebagai pengajar privat

Advertisements

6 thoughts on “eksakta

  1. pupus harapan untuk bisa ke ptn kembali. karena syarat tahun kelulusan sudah tidak memungkinkan 😦
    tapi tadi, selagi mencari informasi sana-sini, terbersit akademi kimia analis -bogor.
    mau cari tahu lebih dalam lagi. mungkin saja syarat tahun kelulusan tidak begitu menjadi penghalang. karena sejauh yang telah aku baca barusa, tidak disebut-sebut tentang syarat tahun kelulusan.

  2. Jangan sedih Sis…
    Semangat !!!! ^_^

    saya cuma bisa mendoakan yg terbaik, kejar cita2mu terus….
    Jangan menyerah !!!!
    Allah tahu apa yg terbaik bagi kita, mungkin jalannya memang harus begini…

    Semangat ya Sis !!!!

    *saya juga anak STAN, kita satu angkatan..
    =D

  3. syp yang sedih tah?
    keluar dari STAN mengasyikkan kok
    (*secara saya ngga pernah bisa menyukai STAN benar2)
    kalo emg ngga kemana2 lagi nantinya, saya kan masih sekolah menulis πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s