catatan 10 november

dunia semakin terlihat pragmatis dalam pandanganku. terlebih saat napasku masih terasa berat. berada dalam tahap pemulihan setelah demam. kepalaku semakin berat saat mendengar Obama datang, membuat masyarakat terpisah kubu menggunjingkan dirinya. dan hari ini dirayakan sebagai hari pahlawan. momentum yang dibawa oleh sesiapapun pribumi. yang sepertinya masih buta melihat pahlawan mana yang benar sebenarnya.

10 november yang telah dicatat sebagai hari pahlawan, bahkan tanpa aku mengetahui latarnya dan pastinya tanpa persetujuanku yang saat itu bahkan belum lahir ke dunia. maka seperti orang yang belum tahu, aku mengikuti histeria pendahulu: hey! hari ini hari pahlawan! lantas?

aku mengingat buku terbitan tarbawi press berjudul mencari pahlawan Indonesia. buku yang menurutku termasuk bagus dari segi bobot pengetahuan, motivasi, hingga pembangunan optimisme dan membawa dengan gamblang gambaran pahlawan yang dibutuhkan indonesia. dan rupa pahlawan seperti apa yang akan sanggup membenahi (dengan perlahan dan tertata tentunya) keseluruhan indonesia yang saat ini sedang dirundung duka akibat bencana, yang rakyatnya selalu berpenyakit krisis kebanggaan, sebuah negeri fantasi yang berselaput tipis dengan hal-hal miris (disadari atau tidak).

banjir wasior, tsunami mentawai, meletusnya merapi seperti datang tergesa-gesa dan menginginkan datang secara serempak. meski sebenarnya mereka bisa tidak datang bersamaan (tentunya dengan mekanisme berbeda jauh sebelumnya). satu kali dalam forum perbincangan, aku bersama dengan mentor dan beberapa teman sempat membincangkan tentang banjir yang telah menjadi bencana ritual. mengambil sebuah kasus di satu tempat. mencoba menganalisis dan membandingkan. ada sebuah wilayah seluas RT saja, yang saat itu dipimpin oleh Tuan A dan di musim penghujan, wilayah tersebut selalu kebanjiran. selang beberapa tahun, saat tampuk kepemimpinan berganti dan RT tersebut diganti dengan Tuan B, beberapa kali musim penghujan tidak menyebabkan wilayah tersebut kebanjiran.

tentunya hal tersebut adalah hal yang baik. sebuah kemajuan. meski begitu tetap menimbulkan pertanyaan: bagaimana bisa?kenyataan topografi wilayah, tidak mendukung kemajuan tersebut, maka satu simpul yang bisa dicoba-uraikan adalah sosok pemimpin di wilayah tersebut. akhlaq/moralnya yang menjadi sorotan. dan ternyata memang seorang pemimpin yang baik perangainya, tidak hanya akan dihormati/disegani oleh manusia dikalangannya, melainkan bahwa makhluk hidup lain akan ridha pada kepemimpinannya. semata karena Tuhannya tunjukkan demikian, dan namanya telah diangkat ke langit sebagai pengecualian.

kita menunggu pemimpin demikian. seperti kita menunggu kesejahteraan datang.

krisis adalah takdir semua bangsa. tetapi yang membuat miris adalah kita justru mengalami kelangkaan pahlawan. fakta ini jauh lebih berbahaya, sebab disini tersimpan isyarat kematian sebuah bangsa.

Advertisements

2 thoughts on “catatan 10 november

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s