wish you were here,

I wish you were here,

here with me..

i miss you so..

so desperately..

 

membicarakan kesepian selalu buat pilu. aku pilu mengingini kehadiranmu, sedang kehadiranmu adalah hal yang mustahil. aku berharap, dan dalam doa-doa kecilku selalu mengingini aku akan meninggal terlebih dahulu darimu. biar kamu yang mengurusku, yang tanpa letih..sejak dulu.

doa kecilku adalah meninggal terlebih dahulu, agar aku tidak melihatmu terbujur kaku. doa kecilku berkata, dengan meninggalnya aku terlebih dahulu darimu, ada kesempatan bahwa kau melihatku bertumbuh, ada kesempatan kau akan mengajariku menjadi sehebat dirimu, ada kesempatan buat kita bersama saling berbicara lebih banyak dan meredam diam.

doa kecilku tak terpenuhi, kau tidak lagi di sisi. berhari-hari dan kini aku mengingini dirimu disini, Ma. aku merindukanmu. merindu menciummu, merindu mengecup keningmu, merindu merawatmu saat sakit dan merindu untuk membuatmu tersenyum dengan cerita-cerita tak bermutu.

doa kecilku adalah kamu terus bersamaku, mengawasiku, selalu. tidakkah kau ingat saat kau bilang ingin melihat aku berkeluarga? melihat cucumu dariku?

satu kali, saat tertatih dirimu mengambil wudhu, kau pernah bertanya padaku,”kamu ngga capek kan merawat Mama?” wajahmu tenang sedang aku spontan pias,”sebagaimana dirimu tidak pernah letih merawatku, lantas mengapa aku akan letih merawatmu Ma? asal dirimu selalu bersemangat untuk sembuh, disisimu aku ada.”

kau tahu tidak, Ma? setelah pertanyaanmu itu, hatiku gusar. mengira-ira sampai kapan sakitmu itu? aku mulai menghitung bulan dan membaca kemungkinan bekerjanya obat-obatmu. aku menghitung hari kesembuhanmu. sekaligus meminta ketabahan hatiku serta keikhlasannya menemanimu selama itu.

i wish you were here…here with me, here with us.

sama sakitnya denganku, Papa begitu merindukanmu. dia semakin lemah dan semakin sering terlihat murung. dia yang selalu menemanimu dengan ibadahnya yang tiada putus yang meminta kebaikan dari Allah atasmu. dia yang kau cintai. aku terheran-heran kadang dengan cinta kalian, bahwa kau begitu menjaga hatinya. hatimu sakit dan menjadi semakin buruk kesehatanmu saat satu – dua kelakuanku membuatnya marah. kau yang lebih tersakiti sampai kau selalu mengingatiku agar menjaga hatinya. menjaga hatinya buatmu. aku sempat tidak mengerti perkataanmu,”mungkin kalau tidak ada Papa kalian, Mama ngga akan sanggup mengurusi kalian.” dan kau selalu membiarkan dirimu berkorban. menyimpan sakitmu sendiri. hingga kepergianmu lalu pun dalan keheningan, meski untuk selamanya kau pergi tak kembali.

i miss you, Mom. i really am…

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s