Potensi otak membuat ‘rakus’ menjadi wajar!

Belakangan (dibantu dengan kegiatan membaca buku) letup-letup ingin mahir ini itu, bisa ini dan itu, ahli ilmu ini itu semakin menjadi. Ya, tertarik sekali saya dengan sejarah sambil mempertanyakan mengapa perasaan seperti ini tidak muncul kemarin-kemarin sejak saya ada dibangku sekolah menengah. Lalu ingin tercebur di ilmu komunikasi, menggantungkan mimpi menjadi hafizhah, punya (sedikit/banyak ngga masalah) keahlian desain grafis, menjadikan kimia juga sebagai jalan kearifan (meski kayaknya semakin kecil saja kemungkinan itu), besar di media dan menjadi penulis tentunya.Β Ah, rakus sekali ya?!

 

Yang saya lakukan? Sedikit demi sedikit memanjakan keinginan-keinginan itu. Dengan berusaha lebih mengenali mereka tentunya. Membaca bebas banyak hal terkait. Mengendurkan sedikit syarat meski tetap pilah-pilih itu ditempatkan sesuai dengan porsinya (insyaAllah). Open wide my eyes and my hearts, meminta biar semua gegap ini membantu kebahagiaan hati. Sejauh ini sih masih terasa manis-manis saja. πŸ™‚

Dan tambah senang deh saya, melahap tulisan ust. Anis Matta diΒ Model Manusia Muslim Abad XXI. Beliau memaparkan kembali potensial otak kita. DenganΒ  kata lain, kemungkinan untuk mendapat ilmu dan keahlian dibanyak hal menjadi sangat besar.Here it is!

 

Otak sebelah kanan dan kiri terdiri atas sel-sel kecil yang disebut neuron. Otak kiri dan kanan menyimpan sekitar sepuluh miliar sel otak. Setiap satu sel menyimpan lagi satu unit terkecil sel itu. Setiap unit terkecil itu memiliki kelompok-kelompok yang jumlahnya puluhan miliar.

 

Nah,Β kecerdasan seseorang tidak ditentukan oleh jumlah sel otak, tetapi oleh interaksi antara satuan terkecil sel otak. Jadi, kecerdasan seseorang ditentukan oleh sebanyak interaksi yang terjadi antargen. Setiap kali terjadi satu interaksi, setiap itu pula tercipta satu jalur (jalur informasi otak). Jalur tersebut berfungsi seperti serat optik yang dipakai untuk berkomunikasi. Jalur-jalur itulah yang menyampaikan informasi. Dalam setiap detik terjadi 100.000 sampai 1.000.000 interaksi antarsatuan sel terkecil. Berarti, berapa jalur yang tercipta? Jadi, setiap orang memiliki peluang untuk cerdas!

 

Setiap sel otak manusia memiliki fungsi yang berbeda-beda sehingga semua jenis pengetahuan yang ada didunia dapat ditampung dalam otak manusia. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mampu belajar matematika; yang benar adalah tidak ada minat belajar matematika.Β Semua hal dapat tertampung dalam otak.

 

Jika anda lelah membaca buku sejarah setelah satu jam, jangan pergi tidur. Tutup buku sejarah itu-Anda hanya baru menutup sel otak sejarah-, kemudian bukalah buku kesenian, sastra atau puisi. Itu berarti anda membuka file sel otak baru dalam diri Anda yang tadinya tidur, tidak bekerja.

 

Ini menjawab satu pertanyaan yang selama ini membingungkan kita bertahun-tahun.Β Mengapa dahulu ulama-ulama dapat menguasai begitu banyak ilmu dalam usia yang sangat muda? Ternyata, mudah saja jawabannya: sel otaknya dibuka semuanya!

 

Sel otak itu memiliki ciri yang sama dengan otot manusia. Jika dilatih terus menerus, ia akan kuat. Begitu pun sebaliknya, jika tidak dilatih, ia akan mengerut. Jika sel otak sering digunakan, ia akan selalu bekerja dengan baik. Orang seperti itu umumnya lambat pikun.

 

Prof. Mark dari California university mengatakan bahwa jika dalam setiap detik kita memasukkan sepuluh informasi selama siang malam (24 jam) dan berlangsung selama 60 tahun, hitungannya adalah informasi x 60 detik x 60 menit x 24 jam x 365 hari x 60 tahun. Berapa informasi yang didapat selama 60 tahun. Dan untuk informasi sebanyak itu, tidak lebih dari 50% dari jumlah sel otak manusia yang digunakan!

 

Ada satu kenyataan yang terkait dengan sel otak, yaitu sel otak tidak mengalami reproduksi. Artinya, jika masanya sudah habis, ya sudah. Jika sel otak berfungsi lagi. Anda akan jenuh jika membaca buku tentang geografi.

 

So, simpulannya? Kita jadi tahu nih;

 

Pertama, kita memiliki peluang mengetahui semua hal.

Kedua, otak kita mampu menampung begitu banyak informasi bahkan diluar informasi yang kita butuhkan.

Ketiga, setiap kita berpeluang menjadi jenius!

 

Jadi, gunakan sebanyak mungkin sel otak anda!

 

Hup! Hup! Semoga semakin bersemangat dan jauh lebih berbaiksangka! πŸ™‚

Advertisements

6 thoughts on “Potensi otak membuat ‘rakus’ menjadi wajar!

    1. faraziyya

      tertangkapnya seperti itu ya?
      bukan kok.
      justru yang dianjurkan itu adalah semakin banyak membuka jalur-jalur interaksi tiap sel otak.
      dengan banyak ‘menjejali’ otak kita dengan berbagai macam pengetahuan, atau informasi. tanpa harus merasa takut over capacity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s