Tersandung Duka,

Tersandung duka, Bunda. Aku memeluk apa. Aku mereguk apa. Desahku hanya daun-daun yang luruh jatuh. Marahku terbentur pada tulus yang ingin kubendung dengan bola lampu yang terang. Aku ingin nyalakan lampu itu di hatiku yang kini terketuk bencana. Aku ingin sandungku ini tak lain karena ingin memelukNya nanti di sana. Biar aku mereguk nikmat terpetik dari duri yang dibaliknya ada sepenuh pahala. Pahala yang berlebih kadarnya agar terkatup jua dosaku.

Birunya langit Cinta

Advertisements

7 thoughts on “Tersandung Duka,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s