Aku ingin mengenalkannya padamu, Bu.

Aku masih belum bisa memasak, Bu. Bagaimana ini?

Sebenarnya ada seseorang wanita dewasa, belum pernah ku ceritakan padamu (ya, memang kita jarang berbicara banyak). Wanita itu orang dekat di kehidupan kampus dan dekat sebagai guru sahabat dan ustadzah. Kami memanggilnya Murabbiy. (Apa ibu pernah mengetahui panggilan seperti itu?) Wanita itu telah berhijrah ke Karimun. Untuk melebarkan sayap dakwah, bu. Kenapa tiba-tiba aku mengingatnya dan ingin aku ceritakan kepadamu? Sebenarnya, pada wanita itu, aku banyak menceritakan tentangmu. Ia tahu aku menyayangimu. Tahu bahwa tidak ingin membebanimu lebih jauh.

Pernah satu kali aku, wanita itu dan teman-temanku yang lain memasak bersama. Terlihat sekali ketidakbecusan-ku terhadap sayuran. Alhasil, aku tidak berbuat banyak. Sambil memakan hasil masakan-bersama kami, dia tiba-tiba berkata bahwa dia dengan senang hati akan mengajariku memasak. Bukan memasak dari resep masakan yang sulit, tapi masakan yang sederhana-sederhana saja.

Aku senang bu, ada yang akan menolongku.

Aku pernah berharap dia bisa menjadi adik perempuanmu, Bu. Agar hubunganku dengannya semakin dekat, melalui nasab. Agar dia bisa dengan leluasa mengunjungi kita. Leluasa menasihatiku untuk merawatmu.

Dia begitu baik, Bu.

Saat aku kehujanan, dia memintaku singgah di tempatnya dan dia menyuguhkan padaku air jahe yang menghangatkan tubuh dan hatiku. Dia memberikanku jilbab agar aku mengganti jilbab yang basah dan terhindar dari pusing. Pernah satu malam, galau menggelayuti hati dan membuat wajahku panas,Β  airmata bergegas jatuh. Kamu tahu bu, tidak banyak orang yang bisa benar-benar menjadi sandaran kesedihanku. Api dia . .dia salahsatu yang aku percaya. Maka aku lari kepadanya. Dan benar-benar menangis dibahunya sementara dia menangis bersamaku. Aku tidak bisa melupakan malam itu. Dia ada disampingku cukup membuat kesedihanku habis.

Hampir sebulan kepergiannya, kini aku rindu dia, Bu. .

Belum sempat aku belajar memasak darinya. Belum sempat aku mempertemukan dia denganmu. Bilakah kesempatan itu ada? Aku ingin kita memasak bersama.

Advertisements

3 thoughts on “Aku ingin mengenalkannya padamu, Bu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s