Bekerja Keras

please work hard so that you can at least live up a little bit to ‘their’ expectations.
to have all those expectations. .
it’s really a blessing.
**

Belajar yang terbaik adalah kepada orang-orang yang mampu bertahan dengan kehidupan yang keras.

Kehidupan yang rasa-rasanya sulit, sebenarnya dialami oleh banyak orang. Tapi, tidak banyak yang berhasil memenanginya. Karena memenangi kehidupan yang saat ini rasanya semakin sulit adalah dengan berhasil menegosiasi diri untuk bisa bertahan sekaligus berproses pada rentang kesulitan tersebut.

Ibarat jagat angkasa, dalam tatanan galaksi yang dipenuhi bermilyar bintang, itulah kesamaan kita ‘manusia’ dengan bintang. Bermilyar tersebar di angkasa, sangat mungkin terjadi tabrakan kecil maupun dahsyat sekalipun, tapi ada garis tak terlihat yang mengharmonisasikan peredarannya antara satu bintang dengan yang lain. Dan ketahuiah bahwa antara satu bintang dengan yang lain memiliki hubungan kausalitas sehingga ada magnet ,baik halus maupun dengan daya kuat, yang menarik kejadian seseorang di suatu waktu terhadap satu hal yang menimpa orang lain di waktu dan tempat lainnya.

Dengan demikian, dikelilingi oleh banyak manusia lainnya dalam kehidupan kita adalah tentang saling bermanfaat bagi satu sama lain, atau bahkan ekstrimnya adalah tentang ‘mencuri’ manfaat dari kehidupan orang lain. Berteman atau bersahabat, pada akhirnya juga tentang berbagi keuntungan dan pada pagu yang lebih dalam, maka dalam persahabatan adalah berbagi tentang semua cinta yang kita punyai. Kemudian, hubungan lain dalam ilmu antropologi adalah tentang ber-relasi dengan orang dalam kepentingan belajar, pekerjaan atau bahkan kepentingan berkomunitas atas nama sebuah kecenderungan. Kausalitas pada semua hubungan tersebut-lah yang memperkaya proses pematangan diri kita,yakni proses kedewasaan menuju kebijaksanaan hidup yang sesaat ini.

Kembali kepada ‘bekerja keras’. Kemudian, seberapa keras kita telah menempa diri (baik fisik maupun jiwa) untuk setidaknya tidak menyesal terhadap tapak-tapak langkah yang telah dibuat? Setiap kita punya ukuran yang berbeda dan memiliki bentukan hasil kerja keras yang berbeda. Ada bahkan diantara kita yang belum juga menemui momentum penyadaran bahwa kerja keras adalah satu hal yang diperlukan dalam kehidupan yang sesaat ini.

Patutnya, ketika menyadari bahwa kita memiliki Tuhan, kita akan bekerja keras untuk mensinergikan diri dengan apa yang Tuhan Pencipta kita telah katakan. Kita akan bekerja keras saat mengerti bahwa kepentingan kehidupan kita bukanlah tentang kita seroang melainkan juga tentang orang-orang serahim, tentang orang-orang dimana kita bersimbiosa, tentang bekerja keras baik unuk memenuhi keinginan maupun kebutuhan.

Kisah orang-orang dengan kehidupan garis keras memadukan kekaguman sekaligus ketertarikan kita untuk berdamai dengan kerja keras. Bahwasanya ia diperlukan dan kita akan menyesuaikan diri akan hal tersebut. Ya, menyesuaikan diri dan mencintai upaya bekerja keras.

Jujur, saya mungkin adalah sekian dari banyak orang yang terlambat memahami bahwa rangkaian peristiwa dalam kehidupan saya erat sekali dengan garis kehidupan orang lain. Sehingga dahulu (bahkan sampai saat ini) saya sering tidak memahami bahwa bilapun saya hidup sendiri, apa-apa yang saya lakukan akan tetap mempengaruhi orang lain.

Sekali-kali mungkin ada sebuah hal buruk yang terjadi dalam kehidupan saya. Atas sebuah kepekaan dengan kausa persahabatan, saya jelas membuat orang-orang di sekililing saya ikut khawatir. Meski pada titik tersebut, saya bahkan berhasil menjadi orang yang tidak peduli terhadap hal tidak baik yang menghampiri masa depan saya.

Saya menuliskan ini dengan menyadari bahwa saya belum bekerja keras hingga ambang kemampuan yang saya miliki. Kerja saya selama ini belum fasih benar. Akhirnya saya mengetahui hal tersebut. Dengan begitu, saya tahu apa yang akan saya lakukan setelah ini. Yakni, bekerja keras. Memulainya dengan seksama dan berhati-hati. Memaknai kerja keras orang-orang sekitar dalam diam yang berpikir. Kemudian bertindak tanpa banyak berbual. Dan pada ujung semua impul yang ada, kerja keras saya nantinya hanyalah upaya membuat keberadaan diri tidak mengganggu keseimbangan kehidupan yang telah ada.

**

*setelah menonton serial code blue, saya menyadari bagusnya makna dari soundtrack yang diputar di tiap akhir episode. here it is

Just how much is the world we live in now, worth?

Everything feels meaningless

Maybe I’m a lttle tired.

*

What ideals should I visualize?

What hopes should I embrace as I move on?

The future is calling for us

Can you hear that voice now, too?

*

Even if its something like the sparks of fireworks

That I can never catch hold of

Once more . .once more

I want to reach out with my hands

*

Everyone has their share of sorrow

But they also wish for a wonderful tomorrow

Just how much can I love this troubled world when I’ve lost my nerve?

Advertisements

3 thoughts on “Bekerja Keras

    1. mas deady pernah berkunjung ke muslimpeduli.wordpress.com?
      itu c Reza, anak medcen juga.
      tulisannya jauh lebih keren.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s