Yang terlihat kokoh,

Masa Tsanawiyah, masa ketika aku baru mengenal dan mulai mencintai membaca, ada sebuah novel islami yang dipinjami Ifah padaku. Ketika mas gagah pergi karya Helvy Tiana Rosa. Sebuah cerpen sederhana namun ber-efek luarbiasa. Menurutku cerpen itu sendiri seperti sebuah perintis, dimana kisah-kisah islami mulai mendapat tempat dihati para konsumen buku (novel-cerpen khususnya).

Maka, ketika mas gagah pergi selalu mendapat tempat sendiri. Kisahnya memang sekarang terasa tiada terlalu istimewa namun value dari masterpiece Helvy tiana Rosa itu tiada tergantikan.

Mari telusur tokoh sentra disana, yaitu Mas Gagah.

Di titik ini aku berpikir bahwa gagah akan identik dengan pembawaan laki-laki. Ya karena memang Cuma laki-laki yang cocok disandingkan kata gagah. Punggup tegap, mata teduh, tinggi yang menegas sebuah kata sifat gagah. Itu idealisasi seorang laki-laki secara fisik. Selain itu (dalam pandanganku) laki-laki memang patut memiliki identitas fisik seperti itu.

Sesosok makhluk Allah yang harus terlihat siap melindungi tulang rusuk kirinya. Sesosok makhluk yang jauh dari pemandangan berbalut tangis. Sesosok yang tangannya kekar menyiratkan energi dan maksimalitas kemampuan tersimpan dalam raganya bahkan jiwanya. Sesosok yang memang pantas memiliki symbol heroik dengan sejuta tanggungjawab padaย  kelapangan hati mereka.

Mereka adalah kaum Adam.

Yang terlihat kokoh, mereka. Sampai-sampai aku menggeneralisasi bahwa mereka harus lebih tangguh, memiliki kekebalan tubuh melebihi sesosok rapuh Hawa. Terpatri bahwa bahu mereka patut kokoh dan patut menjadi tempat bersandar terbaik bagi kepala terkulai Hawa mahramnya. Letih mereka pun harusnya terlihat tegar. Tangis mereka bukan sebentuk kecengengan melainkan bentuk kepasrahan dan keikhlasan.

Adam . . sebahu kokoh untuk hawa,

Adam . . sepasang mata teduh menghangatkan untuk Hawa,

Adam . . pundak tegar untuk singgah lelah hawa,

Adam . . pewaris kekuatan yang menyimpan energy melindungi Hawa,

Adam . . identitas tersembunyi yang menciri tulang rusuk kirinya . .

Mereka . . . yang terlihat kokoh.

Advertisements

11 thoughts on “Yang terlihat kokoh,

    1. o:-)

      mereka membutuhkan belaian lembut tangan-tangan perempuan agung yang berdiri di balik kekokohannya..

      ya ..itulah satu sabda kesempurnaan dari-Nya

    1. apresiasiku disini

      Letih mereka pun harusnya terlihat tegar. Tangis mereka bukan sebentuk kecengengan melainkan bentuk kepasrahan dan keikhlasan

      salam ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s