Beri aku pertemuan (bahwa bukan cinta yang meluntur)

Bismillahirrahmanirrahim.

4 april 2010. Pukul 02.21 pagi.

Sabtu malam, status facebook-ku berisikan tanya tentang cinta. Adakah cinta itu meluntur?

Entahlah, belakangan ini kerinduan terhadap seseorang kian membuncah. Rindu dengan senyumnya, suaranya bahkan semua gurat ekspresi yang pernah ia tunjukkan selama masih bersamaku. Jujur aku mencintainya, sejak ia tawarkan pelukan hangat seorang sahabat dan genggaman tangan yang pasti untuk hatiku yang kalangkabut waktu itu.

Ini ekspresi ideal yang begitu aku nantikan untuk terwujud kembali.

Rasa-rasanya sudah begitu lama sejak komunikasi via sms kami malah berakhir dengan kecewa yang ia bawa. Aku meringis saat itu. Berharap kesalahan-ku saat itu dapat ku tarik.

Kini aku bertanya, adakah cinta ini meluntur? Karena rasa-rasanya aku melihat kita tiada lagi sedekat yang dulu pernah kita rasakan. Aku merasai ia semakin menjauh sementara aku terkadang tiada punya daya untuk mengikatnya dengan sebuah alasan yang logis.

Aku meraba-raba cintaku untuknya. Ia, cinta itu masih ada. Tapi, aku tiada tahu seperti apa kadarnya sekarang.

Memastikannya . .berati aku harus menemui wajah itu. aku harus merasai bayangan itu secara nyata. Aku harus menemuinya segera agar aku mampu menafsirkan seberapa besar cinta ini untuknya. Aku harus kembali menangis dibahunya, agar aku semakin meyakini bahwa cinta ini selalu ada dan tiada meluntur. Aku tahu harus menemuinya untuk merasai lagi kehangatan yang selalu bisa kami ciptakan bersama. Untukku dan untuknya.

Berikan aku sebuah pertemuan.

Rabb, mudahkan ..

Buat aku bersabar lebih lagi . . dan memohon-ku penjagaanMu untuknya selalu ..

Advertisements

15 thoughts on “Beri aku pertemuan (bahwa bukan cinta yang meluntur)

  1. Ini… Cinta yang semacam mahabbah-nya Rabiah Al-Adawiyah atau… yang seperti film-film norak produksi negeri belakangan ini? πŸ˜€

    BTW, makasih udah singgah di blogku. Maaf, Kak Diu mana ya? πŸ˜€

    1. faraziyya

      ada yang menanggapi tulisan ini dengan mengatakan pada saya,, mungkin seseorang itu hanya reason or season . .
      reason berati ianya datang hanya dengan alasan, singgahnya cepat bak kilat. hingga kemudian kita bahkan lupa adakah dia pernah jadi salahsatu fragmen dalam hidup kita . .
      atau season , ianya hanya semusim ..
      benar2 ibaratnya semusim orang itu kita cintai namun datang-lah cinta lain.
      atau terakhir . .ia-nya adalah lifetime. . jejaknya akan ada selamanya ..jika demikian, beruntunglah. itulah mahabbah ibarat Rabiah . .
      dan untuk seseorang ini, aku bisa yakin cinta itu tumbuh perlahan dan selalu berharap tak instan..*dengan polosnya meminta agar ia adalah lifetime*
      ini untuk seorang saudari yang saya rindui ..
      hehe
      tafsirlah tu, bagian mana cinta ini diantara 2 opsi tu. .

      kak Diu itu, salahsatu friendmu di facebook.bukan seseorang yang kau kenal dekat sepertinya.
      hehe πŸ˜€

  2. πŸ˜†

    Sebenarnya hampir semua cinta yang datang dan pergi itu tak ada yang abadi, dan semua itu lifetime juga hakikatnya, selama otak masih bekerja baik untuk mengingat, dan hati masih belum mati untuk mengenang.

    Ada kuotasi bagus untuk itu:


    Some people come into our lives & quickly go. Some stay for a while & leave footprints on our hearts. And we are never, ever the same.

    πŸ˜€

    Ah ya, Melodi Langit Senja rupanya. Tidak terlalu dekat, tapi yaa… bukan kenal sebagai kawan-dari-kawan gitu πŸ˜€

    Whatever, makasih sudah sudi singgah ke blog anarki-anarki-an itu 😳

    1. faraziyya

      saya pernah baca kuotasi itu. .

      mm . .ya, hakikatnya.

      makasih? saya terhibur sekali dengan singgah disana.
      πŸ™‚

  3. caturcakep

    kata temenku di jogja
    “bukan titik yang menjadikan tinta, tapi tinta yang menjadikan titik. bukan cantik yang menjadikan cinta, tapi cinta yang menjadikan cantik.”

    salam kenal.

  4. Saya punya pikiran, kalau hati manusia adalah satu dari sekian banyak hal yang teramat mudah untuk berubah, apapun dan seberapapun besar rasa cinta itu, dan seberapa berbekas jejak yang ditinggalkan, adalah satu kepastian kalau dianya akan terhapus dengan sendirinya.

    CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s