Cukupkan

segenap dirimu adalah milikNya, maka menginginimu adalah dengan meminta kepadaNya. tapi sayang, aku sungguh tidak bisa mendikteNya hanya karena kecenderungan yang seadanya ini..

memiliki sebuah bayangan tentang seorang yang dicinta sebelum masanya, menjadi sebuah beban tersendiri. karena larangan mendekat zina sungguh sangat nyata dan tegas. ini memang berkebalikan, bahwa perasaan atau rasa kecenderungan terhadap lawan jenis yang sering dipersepsikan sebagai cinta adalah fitrah kemanusiaan yang dihadiahiNya kepada segenap manusia.

tapi, jangan terburu-buru menghakimi. bahwa hadiah dari Rabb itu adalah pengalih untuk riak-riak rasa yang kita miliki. yang kita perlukan adalah kewaspadaan. bila rasa kecenderungan itu pada akhirnya membawa orang terkait ke dalam doa-doa panjang kita yang menginginkan kebaikan atas sudut pandangNya, maka berbahagialah dan bersabarlah. karena itu jalan terbaik. namun, bila rasa kecenderungan itu pada akhirnya membawamu ke dalam perilaku-perilaku yang mendekati zina, membawamu pada semakin keruhnya iman dan ‘amal maka menangislah sedalam-dalamnya, merendahlah dan memintalah pada Rabbmu untuk mengakhiri saja dan membawamu kembali ke dalam kebenaran yang benar menurutNya, kebenaran dan ketenangan karena selimut cintaNya.

MemintaNya..

ada masanya cinta memainkan hati kita dengan sedemikian sehingga kita kadang terpedaya dan jauh dari kenyataan tentang kita adanya. hal ini tidak jarang. meski sulit, tapi titipkan saja dulu cintamu padaNya. demikian, kau tidak perlu gusar. kemahaanNya akan menjaga cinta dan orang terkasih dalam dekapan penjagaan yang terselubung. agar keberkahan itu lantas tidak terlukai dan agar hatimu tenang dengan meyakini keagunganNya. cukupkan ikhtiar itu dalam doa jika realisasi nyata sebuah cinta yang halal masih belum bisa kau dekap. itu tidak akan menggusarkan hatimu, kecuali bila kesombongan yang berasal dari syetan merajaimu.

meminta, merendahlah padaNya ..

bahkan dalam cinta sekalipun,

kita yakin, bukan? bahwa penjagaanNya yang terbaik?

bahwa ia tidak akan menzhalimi kita ataupun menyakiti hati kita. .

kita harus lebih bersabar, bersyukur, dan melapangkan hati untuk tiap bentuk kecintaanNya nanti yang mungkin tidak juga kita mengerti. demikian adalah bahasa terbaik untuk menjawab nikmat-nikmat yang dilimpahkan olehNya. .

al-faqir illallah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s